Showing posts with label makalah Doc. Show all posts
Showing posts with label makalah Doc. Show all posts

Monday, 28 March 2016

PENGUKURAN

Pengukuran merupakan kegiatan yang cukup sederhana, tetapi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran lain sejenis yang dipergunakan sebagai satuannya. Misalnya, Anda mengukur panjang buku dengan mistar, artinya Anda membandingkan panjang buku tersebut dengan satuan-satuan panjang yang ada di mistar, yakni milimeter atau centimeter, sehingga diperoleh hasil pengukuran, yakni panjang buku adalah 350 mm atau 35 cm.
Pengukuran ada beberapa macam alat yaitu: meter , penggaris, micro meter,jangka sorong,dial indikator,viler gauge dll
                       



         Ada tiga sumber utama yang menimbulkan ketidakpastian pengukuran. Ketiga sumber tersebut diuraikan sebagai berikut ini:





             Ketidakpastian sistematikbersumber dari alat ukur yang digunakan atau
kondisi yang menyertai saat pengukuran. Jika sumber ketidakpastian adalah alat ukur, setiap kali alat ukur tersebut digunakan diperoleh hasil pengukuran yang menunjukkan ketidakpastian yang sama. Beberapa yang termasuk dalam ketidakpastian sistematik antara lain dijelaskan berikut ini.
Ketidakpastian alat
Ketidakpastian ini muncul akibat kalibrasi skala penunjukan angka pada alat ukur yang tidak tepat sehingga pembacaan skala menjadi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Misalnya, kuat arus listrik yang melewati suatu beban sebenarnnya 1,0 A, tetapi bila diukur menggunakan suatu ampermeter tentu selalu terbaca 1,2 A. Untuk mengatasi ketidakpastian alat ukur tersebut, harus dilakukan kalibrasi setiap alat yang akan dipergunakan.
Kesalahan nol
Ketidaktepatan penunjukkan alat pada skala nol juga menimbulkan ketidakpastian sistematik. Hal ini sering terjadi, tetapi juga sering terabaikan. Umumnya, sebagian besar alat ukur sudah dilengkapi dengan skrup pengatur/pengenol. Apabila sudah diatur maksimal tetap tidak tepat pada skala nol, untuk mengatasinya harus diperhitungkan selisih kesalahan tersebut setiap kali melakukan pembacaan skala.
Waktu respon yang tidak tepat
Ketidakpastian pengukuran ini muncul akibat dari waktu pengukuran (pengambilan data) yang tidak bersamaan dengan saat munculnya data
yang seharusnya diukur. Akibatnya, data yang diperoleh bukan data yang sebenarnya. Misalnya, kita ingin mengukur periode getar suatu beban Ilmu Pengetahuan Alam 2 yang digantungkan pada pegas dengan menggunakan stopwatch. Selang waktu yang kita ukur sering tidak tepat karena terlalu cepat atau terlambat menekan tombol stopwatch saat kejadian berlangsung.
Kondisi yang tidak sesuai
Ketidakpastian pengukuran ini muncul karena kondisi alat ukur dipengaruhi oleh kejadian yang hendak diukur. Ketidakpastian tersebut dapat dilihat pada pengukura nilai transistor saat dilakukan penyolderan atau pengukuran panjang sesuatu pada suhu tinggi menggunakan mistar logam. Hasil yang didapatkan tentu bukan nilai yang sebenarnya karena panas mempengaruhi sesuatu yang diukur dan alat pengukurnya.
 Ketidakpastian Random Umumnya, ketidakpastian random bersumber dari gejala yang tidak mungkin dikendalikan secara pasti atau tidak dapat diatasi secara tuntas. Gejala tersebut merupakan perubahan yang sangat cepat dan acak hingga
pengaturan atau pengontrolannya di luar kemampuan kita. Misalnya, gerak acak molekul udara dan radiasi latar belakang. Molekul udara selalu bergerak secara acak (gerak Brown) sehingga berpeluang mengganggu alat ukur yang halus, misalnya mikro-galvanometer, dan melahirkan ketidakpastian pengukuran. Sementara, radiasi kosmos dari angkasa dapat mempengaruhi hasil pengukuran alat pencacah, sehingga melahirkan ketidakpastian random. Ketidakpastian Pengamatan Ketidakpastian pengamatan merupakan ketidakpastian pengukuran yangnbersumber dari kekurangterampilan manusia saat melakukan kegiatan pengukuran. Misalnya, metode pembacaan skala tidak tegak lurus (paralaks),
salah dalam membaca skala, dan pengaturan atau pengesetan alat ukur yang kurang tepat.



                                      

           Ketelitian dan Akurasi Pengukuran Seberapa besar ketelitian orang mengukur suatu besaran akan bergantung pada kepentingan mengukur itu sendiri. Misalnya untuk mengukur lebar suatu sekolah, cukup digunakan alat ukur panjang dengan skala terkecil centimeter, karena perbedaan 1 cm atau 2 cm dari hasil ukur kita tidak akan berpengaruh besar pada bangunan itu. Namun, untuk mengukur diameter skrup, alat ukur yang harus digunakan adalah jangka sorong. Artinya, pemilihan alat ukur yang digunakan dalam kegiatan pengukuran akan mempengaruhi hasil pengukuran itu sendiri. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pengukuran, yaitu: ketelitian (presisi) dan ketepatan (akurasi). Ketelitian menyatakan derajat kepastian hasil suatu pengukuran, sedangkan ketepatan menggambarkan seberapa tepat hasil pengukuran mendekati nilai yang sebenarnya. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, ketelitian sangat bergantung pada alat yang digunakan dalam kegiatan pengukuran.

Umumnya, semakin kecil pembagian skala suatu alat, semakin teliti hasil pengukurannya. Mistar umumnya memiliki skala terkecil 1 mm, sedangkan jangka sorong mencapai 0,1 mm atau 0,05 mm. Dengan demikian, menggunakan jangka sorong dalam pengukuran akan memberikan hasil yang lebih teliti daripada pengukuran yang menggunakan mistar.


 






             Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan angka taksiran. Aturan angka penting sebagai berikut :
1.    Semua angka bukan nol adalah angka penting.
       Contoh: 12,55 mempunyai 4 angka penting.
2.    Semua angka nol yang terletak di antara angka bukan nol adalah angka penting.
       Contoh: 4050,04 mempunyai 6 angka penting.
3.    Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol tanpa tanda decimal adalah bukan angka penting, kecuali
 
       diberi tanda khusus (garis bawah/atas).
       Contoh:     502.000 mempunyai 3 angka penting
                        502.000 mempunyai 4 angka penting
                        502.000 mempunyai 5 angka penting
4.    Angka nol di sebelah kanan tanda desimal, dan di sebelah kiri angka bukan nol adalah bukan angka
       penting.
       Contoh: 0,0034 mempunyai 2 angka penting.
5.    Semua angka di sebelah kanan tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol adalah angka penting.
       Contoh: 12,00 mempunyai 4 angka penting

                    0,004200 mempunyai 4 angka penting.



a.    Pembulatan Angka Penting
       Pembulatan angka ini sering digunakan, aturan dalam pembulatan angka penting adalah sebagai berikut.
      1.    Angka lebih dari 5 dibulatkan ke atas dan angka kurang dari 5 dihilangkan.
             Contoh: 456,67 dibulatkan menjadi 456,7
                          456,64 dibulatkan menjadi 456,6
      2.    Apabila tepat angka 5, dibulatkan ke atas jika angka sebelumnya angka ganjil, dan dihilangkan jika              angka sebelumnya angka genap.
             Contoh: 456,65 dibulatkan menjadi 456,6
                          456,55 dibulatkan menjadi 456,6.
b.    Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting
      Operasi penjumlahan dan pengurangan angka penting mengikuti aturan:
              Penulisan hasil operasi penjumlahan dan pengurangan mengikuti jumlah angka taksiran yang paling sedikit dan pembulatan dilakukan sekali saja.
c.    Perkalian dan Pembagian Angka Penting
      Operasi perkalian dan pembagian mengikuti aturan sebagai berikut:
      Jumlah angka penting pada hasil akhir harus mengikuti jumlah angka penting yang paling sedikit. Untuk perkalian dan pembagian angka penting dengan angka eksak, hasil akhir mengikuti jumlah angka penting tersebut.

  



Akurasi
Seberapa dekat sebuah angka (hasil ukur) terhadap nilai sebenarnya, dengan membandingkan angka tersebut terhadap suatu hasil yang telah diketahui atau diacu
Presisi
Biasanya diperlihatkan oleh berapa banyak angka dibelakang koma yang terdapat pada hasil pengukuran atau dengan kata lain ketelitian hasil pengukuran. Dalam pengukuran fisika diperlihatkan oleh nilai ketakpastian (ralat).
Contoh 1 :
Berapa panjang sebuah tali?
Reza memperoleh hasil ukur sebesar 2,63 cm.Menggunakan penggaris yang sama, Wiwit memperoleh hasil ukur sebesar 1,98 cm.
Siapa yang lebih akurat?
Siapa yang lebih presisi?
Diketahui panjang tali sebenarnya adalah 2,65 cm.
Jika hasil sebenarnya adalah 2.65 cm, maka:
Hasil Reza dapat dikatakan cukup akurat dan sangat presisi, sementara. Hasil Wiwit sangat presisi, tetapi tidak begitu akurat. Hal ini mungkin disebabkan karena kesalahan penggunaan/pembacaan alat uku (penggaris) yang digunakan
Ilustrasi pentingnya menentukan ralat dengan tepat
Suatu benda A dan B, akan diuji untuk menentukan apakah benda tersebut terbuat dari emas 18 karat atau Alloy
Sebagai acuan diketahui:
ρ emas = 15,5 gr/cm3
ρ alloy   = 13,8 gr/cm3

A gr/cm3
B gr/cm3

15
13,9
Hasil terbalik
13,5-16,5
13,7-14,1
Kisaran nilai

Analisa
Benda A (Tidak dapat disimpulkan)
Nilai terbaik A dekat denganρ emas
Nilai terbaik A jauh dariρ alloy
ρ emas dan ρalloy masuk dalam kisaran nilai A
Benda B adalah Alloy
Nilai terbaik B dekat denganρ Alloy
Nilai terbaik B jauh dariρ emas
ρ emas diluar kisaran nilai B
ρ alloy masuk dalam kisaran nilai A
Jadi Ketakpastian memberikan hasil ukur yang lebih nyata. Ketakpastian yang sangat besar akan memberikan hasil ukur yang sia-sia.
B. Langkah-langkah Penulisan Hasil Ukur
Tentukan nilai ralatnya
Bulatkan nilai ralatnya sampai angka yang paling penting saja (satu angka penting).
Sesuaikan nilai pengamatan terbaik (x) terhadap nilai ralatnya (∆x) Satuannya sama, Ordenya sama, dan Posisi ketakpastiannya telah sesuai
X = 265,5 cm
∆x = 2,5 cm
(x± ∆x) = ( 266 ± 2 ) c
C.  Penyampaian Hasil Ukur
Penulisan (x ±∆x) memiliki makna hasil ukur bernilai antara x +∆x s.d. x−∆x
 Hasil ukur dapat dinyatakan dalam bentuk ralat mutlaknya
Contoh : ( 266 ± 2 ) cm
3. Atau hasil ukur juga dapat dinyatakan dalam bentuk ralat relatifnya (%). Ralat relatif adalah (∆x/x × 100% )

Contoh : ( 1000 ± 1% )

Kayang dan Lilin

TUGAS TERSTRUKTUR                                                                          DOSEN PENGAMPU
    Pendidikan Penjeskes                                                                                           Tajuddin


KAYANG DAN LILIN




Nama          :       Nisa


LOGO 

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MI
BANJARMASIN
2016


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah- Nya sehingga penulisan makalah yang berjudul “Kayang dan Lilin”.Dapat saya diselesaikan.Shalawat beriring salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah Saw, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang istiqamah di jalan-Nya hingga akhir hayat.Penyusunan makalah ini dilaksanakan untuk memenuhi tugas MatakuliahSenam kayang dan lilin.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun sehingga kekurangan tersebut tidak terjadi lagi dan dapat memperbaiki kualitas penulisan di masa yang akan datang.







DAFTAR ISI
        halaman
KATA PENGANTAR.......................................................................................            i
DAFTAR ISI......................................................................................................           ii
BAB I  PENDAHULUAN................................................................................
          A. Latar belakang......................................................................................           1
          B. Rumusan masalah........................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................
          A. Sejarah Kayang dan Lilin.....................................................................           2
          B. Pengertian Kayang dan Lilin................................................................           3
          C. Sarana dan Prasarana............................................................................           5
          D.Teknik dasar Kayang dan Lilin.............................................................           6
          E. Peraturan Pertandingan.........................................................................           7
SIMPULAN.......................................................................................................           9
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................         10





BAB II

A.    Sejarah kayang dan lilin
Menurut asal kata, senam (gymnastics) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya: “untuk menerangkan bermacam-macam gerak yang dilakukan oleh atlet-atlet yang telanjang”. Dalam abad Yunani kuno, senam dilakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan. Baru pada akhir abad 19, peraturan-peraturan dalam senam mulai ditentukan dan dibuat untuk dipertandingkan. Pada awal modern Olympic Games, senam dianggap sebagai suatu demonstrasi seni daripada sebagai salah satu cabang olahraga yang teratur.
Menurut Menke G. Frank dalam Encyclopedia of Sport, as Bannes and Company, New York, 1960, senam terdiri dari gerakan-gerakan yang luas/banyak atau menyeluruh dari latihan-latihan yang dapat membangun atau membentuk otot-otot tubuh seperti : pergelangan tangan, punggung, lengan dan lain sebagainya. Senam atau latihan tersebut termasuk juga : unsur-unsur jungkir balik, lompatan, memanjat dan keseimbangan.
Sedang Drs. Imam Hidayat dalam bukunya Penuntun Pelajaran Praktek Senam, STO Bandung, Maret 1970 menyatakan, “Senam ialah latihan tubuh yang diciptakan dengan sengaja, disusun secara sistematik dan dilakukan secara sadar dengan tujuan membentuk dan
mengembangkan pribadi secara harmonis”.
Olahraga senam sendiri ada bermacam-macam, seperti : senam kuno, senam sekolah, senam alat, senam korektif, senam irama, turnen, senam artistik. Secara umum senam memang demikian adanya, dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaan dan semakin berkembang. Yang dulunya tidak untuk dipertandingkan, namun sejak akhir abad 19 mulai dipertandingkan. Dibentuklah wadah senam internasional, dengan nama Federation International de Gymnastique (FIG), yang mengelola antara lain :
1.Senam
Artistik (Artistic Gymnastics).
2. Senam Ritmik (Modern Rhytmic).
Senam Artistik serta perkembangannya di Indonesia :
Lahirnya senam artistik di Indonesia yaitu pada saat menjelang pesta olahraga Ganefo I di Jakarta pada tahun 1963, yang mana setiap artistik merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, untuk ini perlu dibentuk suatu organisasi yang berfungsi menyiapkan para pesenamnya. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia), atas prakarsa dari tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya dapat diketengahkan tokoh-tokoh dari daerah seperti : Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara. Wadah inilah kemudian telah membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I dan untuk pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia menghadapi pertandingan Internasional. Kegiatan selanjutnya adalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo Asia, dimana untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia ini dipanggil pelatih-pelatih senam dari RRC, maka dengan demikian Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam.


Tetapi sangat disayangkan bahwa harapan yang mulai tumbuh harus berhenti sementara oleh karena suasana politik yaitu saat meletusnya G 30 S/PKI, sehingga pelatih-pelatih dari RRC harus dikembalikan ke negaranya.
Usaha untuk mengejar ketinggalan ini maka pada tahun 1967 dikirim seorang pelatih Indonesia yaitu : Sdr. T. J. Purba ke Jerman Timur untuk sekolah khusus pelatih senam artistik selama 26 bulan. Kemudian sebagai titik tolak yang kedua adalah dimasukkannya cabang olahraga senam artistik yang pertama kalinya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya, dan kemudian untuk seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON.
Permulaan senam lantai sebenarnya tidak jelas, Namun bangsa China pada tahun 2600 SM telah mengembangkan latihangimnastik dengan tujuan militer.Namun,sebenarnya perkembangan sesungguhnya mulai pada sejarah yunani kuno dan Romawi,   sebab kata gimnasyik sendiri berasal dari bahasa Yunani. Dan bangsa Romawi meniru latihan gimnastika untuk latihan militer, dan yang paling menonjol adalah Johand Basedow (1723-1790) dari jerman, yang pada than 1776 menambahkan latihan latihan gimnasatik untuk program sekolahnya. sejak saat itu,gimnastik masuk dalam kurikulum sekolah.



B.     Pengertian Kayang dan Lilin
a.      Pengertian kayang

Kayang adalah suatu bentuk atau sikap badan telentang yang membusur bertumpu pada kedua tangan dan kedua kaki dengan lutut. Gerakan kayang adakn mudah dilakukan apabila :
1.      memiliki kekuatan otot perut, punggung dan paha.
2.      Memiliki kelentukan persendian bahu, ruas-ruas tulang belakang, dan persendian panggul
3.      Memiliki kekuatan lengan dan bahu untuk menopang Sikap kayang dapat dilakukan dari sikap tidur dan berdiri.


Senam lantai kayang pada umumnya disebut floor exercise, tetapi ada juga yang menamakan tumbling. Senam lantai kayang adalah latihan senam yang dilakukan pada matras, unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan, atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang atau pada saat meloncat ke depan atau belakang.
Jenis senam ini juga disebut latihan bebas karena pada waktu melakukan gerakan pesenam tidak mempergunakan suatu peralatan khusus. Bila pesenam membawa alat berupa bola, pita, atau alat lain, itu hanyalah alat untuk meningkatkan fungsi gerakan kelentukan, pelemasan, kekuatan, ketrampilan, dan keseimbangan.Senam lantai dilakukan di atas area seluas 12×12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m untuk keamanan pesenam.
Rangkaian gerakan senam harus dimulai dari komposisi gerakan ringan, sedang, berat, dan akrobatik, serta mengandung gerakan ketangkasan, keseimbangan, keluwesan, dll. Pesenam pria tanpil dalam waktu 70 detik dan wanita tampil diiringi music dalam waktu 90 detik. Gerkan-gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan setinggi bahu.Pesenam tidak boleh menggunakan alat atau suatu benda.Senam lantai menggunakan area yang berukuran 12 x 12 meter, dan area 1 meter untuk menjaga keamanan.

b.      Pengertian Lilin
Sikap Lilin (Konstan) Merupakan sikap berdiri tegak lurus bertumpu pada kedua tangan dan kepala bagiandepan. Rangkaian senam pada sikap lilin adalah termasuk senam lantai yang membutuhkan kekuatan,ketangkasan, dan keseimbangan. Latihan sikap lilin ini dapat dibantu dengan sesama teman dan dapatdilakukan ssecara bergantian.
Cara melakukan sikap lilin :
1. Jongkok kedua kaki dapat dibantu teman yang berada di belakangnya.
2. Meletakkan kedua tangan pada matras membentuk posisi segitiga sama sisi.
3. Meletakkan dahi di atas matras di antra kedua lengan.3. Meletakkan dahi di atas matras di antra kedua lengan.
4. Mengangkat kedua kaki bersamaan dengan pinggul.
5. Pada waktu mengangkat kedua kaki bersamaan dengan pinggul. Teman yangberada di belakangnya memegang kedua kaki dan berusaha meluruskanya.
6. Setelah berdiri sikap lilin (Kopstand) dengan lurus pertahankankeseimbangannya.
7. Berikutnya berlatih sendiri berulang-ulang tanpa bantuan teman danmelakukan
sikap lilin yang didahului dengan awalan melangkah yang dilanjutkan dengan meloncatkan keduatangan sehingga akhirnya dapat berdiri tegak.



C.    Sarana dan Prasarana


D.    Teknik Dasar
Sebelum mempelajari gerakan dasar diperlukan pembinaan dan pembentukan fisik yang teratur, hal ini perlu karena adanya fisik yang sudah terbentuk akan memudahkan dalam mempelajari gerakan-garakan dasar.
Beberapa contoh gerakan dasar senam lantai :
  1. Roll depan
Yang dimaksud roll depan ialah gerakan badan berguling ke arah depan melalui bagian belakang badan (tengkuk), pinggul, pinggang, dan panggul bagian belakang. Dapat dilakuan dengan cara sebagai berikut :
    1. Sikap permulaan jonngkok, pantat agak tinggi, kedua lengan lurus ke depan.
    2. Luruskan tungkai badan condong kedepan, tangan menumpu pada matras selebar bahu, tarik dagu ke dada, tengkkuk pada matras.
    3. Saat punggung menginai matras, bongkokkan tungkai, tarik paha kke dada, tangan menolak, gerakan engguling di truskan hinnngga berakhir pada sikap jongkok, tangan melekat pada tulang kering atau tangan lurus dengan pandangan lurus ke depan.
  1. teknik kayang
Kayang ialah suatu bentuk sikap badan terlentang yanng membusur, bertupu pada kedua kaki dan kedua tangan siku-siku dan lutut lurus. Dapat dilakuan dengan cara sebagai berikkut :
  1. Sikap berdiri tegak, kedua kaki agak terbuka, kedua tanngan lurus keatas.
  2. Jatuhkan badan bagian belakang dengan melengkungkan badan hingga kedua tangan mendarat ke lantai
  1. Sikap lilin
    1. Posisi tidur telentang.
    2. Ke 2 tangan ditekuk dekat sisi telinga,
Angkat ke 2 kaki (rapat) lurus keatas dengan tangan menopang pinggang.

E.     Peraturan pertandingan
untuk melaksanakan kegiatan dan perlombaan senam kayang dan lilin diperlukan ruangan yang dilapisi karpet dan matras dengan bentuk dan ukuran seperti di bawah ini:
   
BAB III

SIMPULAN
Menurut Drs. Imam Hidayat dalam bukunya Penuntun Pelajaran Praktek Senam, STO Bandung,Maret 1970 menyatakan, “Senam ialah latihan tubuh yang diciptakan dengan sengaja, disusun secara sistematik dan dilakukan secara sadar dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis”.
Olahraga senam sendiri ada bermacam-macam, seperti : senam kuno, senam sekolah, senam alat, senam korektif, senam irama, turnen, senam artistik. Secara umum senam memang demikian adanya, dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaan dan semakin berkembang. Yang dulunya tidak untuk dipertandingkan, namun sejak akhir abad 19 mulai dipertandingkan.


DAFTAR PUSTAKA
Hanymanik. Blogspot.com/2012/02/gerakan-senam-lantai-kayang-adalah.html
Www.  Scribd.com/doc/86593121/sikap-lilin#force-seo.html
Http://www.google.com/search?q: Sejarah senam kayang dan clientre.html
Materi Penjeskes. Blogspot. Com/201/10/senam-lantai.html