Showing posts with label akidah Akhlak. Show all posts
Showing posts with label akidah Akhlak. Show all posts

Monday, 28 March 2016

Surah An Nas

Al-Qur‘an bagi umat Islam mempunyai arti sangat penting sebagai kitab suci dan pedoman dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Sebagai kitab suci dan pedoman Al-Qur‘an perlu dipahami secara baik agar dapat dihayati dan diamalkan ajarannya. Di sinilah peranan pembelajaran membaca dan menghapal yang sebenarnya adalah menjelaskan makna Al-Qur‘an baik dari segi urutannya, kisahnya, sebab turunnya dengan mengemukakan lafal yang dapat menunjukkan pada makna secara terang‖.Berikut ini penulis akan membahas tentang cara membaca dan melafalkan  surah An-naas dengan benar dan fasih.
a) kapan an-naas diturunkan ?

b) Mengetahui arti surah An-naas ?

A.    Melafalkan surah an-nas dengan benar dan fasih
a.       Tujuan
Agar siswa-siswi dapat melafalkan surah an-nas dengan baik, benar dan fasih dalam membaca surah an-nas.
b.      materi
Surah an-nas diturunkan di ota mekkah
Surah an-nas diturunkan setelah surah al-falaq
Surah an-nas ada 6 ayat
Dalam surah an-nas  Allah memerintahkan manusia agar berlindung kepada Allah dari segala kejahatan yang dilakukan jin dan manusia. Allah maha kuasa dan maha perkasa karena itulah kita hanya boleh memohon perlindungan kepada Allah , kita tidak boleh meminta kepada yang lain selain Allah bagaimana dengan kamu,  kepada  siapakah kamu memohon perlindungan bila kamu sedang takut .
Bacalah surah an-nas berikut ini

Bismillahir rahmanir rahim

1
Qul a’uuzu birabbin nas

2
Malikin nas

3
Ilaahin nas

4
Min syarril waswasil khannas

5
Allazii yuwaswisu fii sudurin nas

6
Minal jinnati wan nas




B.     menghafalkan surah an-nas secara benar dan fasih
annisa sudah menghafal surah an-nas
annisa membaca setiap hari ketika sholat asar
annisa selalu membaca surah an-nas sebelum tidur


Rangkuman
·         an-nas artinya manusia






















5
Tes Mandiri
I . berilah tanda silang (x) pada huruf a b dan c untuk jawaban yang paling benar

1.      qul a’uzu.....
a.       khannas                 b. Birabbin nas                        c. Sudurin nas
2.      surah an-nas terdiri dari......
a.       6 ayat                    b. 7 ayat                                  c. 5 ayat
3.      Malikin nas artinya..........
a.       Raja manusia         b. Hewan                                 c. Manusia
4.      Surah an-nas diturunkan di kota.........
a.       Mekah                   b. Madinah                              c. Irak
II. Isilah titik titik di bawah ini
1.      Surah an-nas ditunkan setelah surah ..............
2.      Ilahi lanjutannya ialah...........
3.      An-nas artinya............
4.      Minal jinnati lanjutannya ialah........
5.      Surah an-nas baik dibaca ketika akan.............

C.     Penutup

·         surah an-nas diturunkan dikota mekah
·         surah an-nas diturunkan setelah surah al-falaq
·         surah an-nas ad 6 ayat
·         an-nas artinya manusia
·         surah an-nas baik dibaca ketika akan tidur
·         surah an-nas sunah dibaca pada waktu sholat setelah surah al-fatihah.



6
Daftar pustaka

Tim bina karya guru, bina balajar al-qur’an dan hadits, PT. Gelora Aksara  Pratama, jakarta, 2009.


























7
Kunci Jawaban
I . Berilah tanda silang (x) pada huruf ab dan c yang paling benar
1.      b
2.      a
3.      a
4.      a
II. Isilah titik-titik
1.      surah al-falaq
2.      ilahin naas
3.      manusia
4.      wan naas
5.      sholat atau waktu tidur



















8

Friday, 29 June 2012

Beriman kepada kitab Allah


Beriman kepada kitab Allah, kitab Allah yang dimaksudkan adalah kitab-kitab yang telah diturunkan Allah SWT kepada para Rasul. Kitab-kitab sebagai petunjuk untuk umat manusia agar memperoleh kebahagiaan hidup, baik didunia maupun di akherat.
Al-Qur’an memenuhi segala kebutuhan manusia, baik dari aspek aqidah, ibadah, etika, mu’amalah maupun tata atura. Al-Qur’an menjamin terciptanya pribadi yang sempurna, keluarga sejahtera, masyarakat yang damai, negara yang adil, dan karakter yang kuat yang dapat menegakkan kebenaran dan keadilan, membasmi penganiayaan, dan menangkal permusuhan. Al-Qur’an sebagai satu mediator untuk merealisasikan kekhalifahan dan kewarisan di muka bumi. Allah berfirman : “wahai ahli kitab, rasul kami telah datang kepada kalian yang menerangkan kebanyakan kitab yang kalian sembunyikan dan memaafkan kebanyakan yang lain. Sesungguhnya cahaya dan kitab yang menerangkan telah datang kepada kalian dari Allah. Di dalam kitab itu, Allah menunjukkan orang-orang yang mengharapkan keridhoan-Nya menuj jalan keselamatan dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju keterang benderang dengan izin-Nya. Allah menunjukkan mereka ke jalan yang lurus”.

Untuk lebih jelasnya bisa download diSini


Shalat Sebagai Ciri Orang yang Beriman



Rasulullah pernah bersabda: “Shalat itu adalah tiangnya agama, barang siapa yang mendirikannya maka berarti ia telah mendirikan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia telah meruntuhkan agama” (Al-Hadits). Bahkan hal ini dipertegas oleh firman Allah SWT.:
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوتِ وَالصَّلوةِ الْوُسْطَ وَقُوْمُوْا لِلَّهِ قَنِتِيْنَ.
Artinya: “Jagalah (peliharah) segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (Al-Baqarah [2]: 238).
Dengan hujjah di atas, dapat kita pahami bahwa begitu pentingnya melaksanakan dan memelihara shalat (shalat fardhu). Karena melaksanakan shalat merupakan salah satu ciri bagi orang yang mengaku beriman kepada Allah SWT., dan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Hal ini telah nyata dalam Firman-Nya:
وَاَقِمِ الصَّلَاةَ لِلذِّكْرِيْ
Artinya: “Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku” (Thaha [20]: 14)
Jelas sekali, bahwa dengan shalat kita dituntut untuk bisa mengingat-Nya, mengingat kebesaran-Nya dan mengakui kerendahan diri di hadapan-Nya. Namun, ada sebagian orang yang salah mengartikan makna ayat ini, mereka beranggapan tidak wajib shalat kalau kita bisa mengingat-Nya tanpa melakukan gerakan shalat seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah. Mereka hanya melihat esensi shalat semata, tidak melihatnya sebagai syari’at yang harus dilaksanakan oleh orang yang beriman.
Oleh karena itu, kiranya hal itu bisa dijadikan salah satu alasan dan latar belakang dibuatnya makalah ini dengan judul ‘Shalat Sebagai Ciri Orang yang Beriman”. 
Untuk lebih Lengkapnya bisa download diSini


Sejarah Zakat

Setiap muslim diwajibkan memberikan sedekah dari rezeki yang dikaruniakan Allah. Kewajiban ini tertulis di dalam Alquran. Pada awalnya, Alquran hanya memerintahkan untuk memberikan sedekah (pemberian yang sifatnya bebas, tidak wajib). Namun, pada kemudian hari, umat Islam diperintahkan untuk membayar zakat. Zakat menjadi wajib hukumnya sejak tahun 662 M. Nabi Muhammad melembagakan perintah zakat ini dengan menetapkan pajak bertingkat bagi mereka yang kaya untuk meringankan beban kehidupan mereka yang miskin.[1]. Sejak saat ini, zakat diterapkan dalam negara-negara Islam. Hal ini menunjukan bahwa pada kemudian hari ada pengaturan pemberian zakat, khususnya mengenai jumlah zakat tersebut. 

Untuk lebih jelasnya dapat di download di Sini