Showing posts with label teori. Show all posts
Showing posts with label teori. Show all posts

Tuesday, 26 June 2012

Berpikir Positif


Kehidupaan saat ini dipenuhi dengan kebohongan, buah dari pemikiran negatif, pencariaan kesalahan orang lain yang lebih penting dibanding kesalahan diri sendiri. Setelah waktu yang lama ditempuh, orang akan menemukan kesadaraan bahwa mereka hidup dalam dunia yang negatif, merekapun tahu mereka harus dapat berubah secepat mungkin. Kadang-kadang orang berpikir bahwa mereka hidup secara positif tetapi sebenarnya tidak karena itu hanya bagaimana mereka memberikan gambaran terhadap pikiran mereka, dan tidak sesederhana seperti apa kelihatannya. Tidak peduli sampai di mana tahap pertumbuhan kita alami, akan tetapi kita selalu dapat berpikir untuk perubahan yang positif dan memberikan yang terbaik.

Berpikir positif dapat digambarkan sebagai suatu cara berpikir yang lebih menekankan pada sudut pandang dan emosi yang positif, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun situasi yang dihadapi. Dimana pikiran positif dapat membangun dan memperkuat kepribadian atau karakter dari seseorang. Hal ini berarti bahwa kita bisa menjadi pribadi yang lebih matang, lebih berani menghadapi tantangan, dan melakukan hal-hal yang hebat. Pikiran positif tak akan membuat kita berhenti karena keterbatasan atau kelemahan kita, namun pikiran positif justru akan membuat kita mencari kekuatan kita hari demi hari.

Untuk lebih lengkap makalahnya kawan-kawan bisa Download diSini

Teori Penciptaan


Teori Evaluasi Dan Rekayasa Reproduksi Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam
  1. Teori Evolusi Sebagai Suatu Konsep
  1. Teori Evolusi
Semua ini dijawab pertanyaannya menjadi evolusi ?
  1. Teori Hamarck (1744-1829)
Menurutnya evolusi terjadi karena adaptasi, sedangkan adaptasi timbul karena diinginkan, yaitu perubahan struktur/bentuk yang terjadi karena adanya keinginan yang timbul dari dalam untuk menghadapi perubahan lingkungan. Menurutnya, tingkat perkembangan suatu organ sebanding dengan penggunaannya dan apa yang diperoleh/diubah pada individu dalam masa hidupnya ada kekal, dan bila mana terdapat dalam dua jenis kelamin, sifat itu akan diturunkan.
  1. Teori Darwin
Darwinlah yang membuka misteri ini, menurutnya organisme menjadi suatu lingkungannya dalam proses evoluasi dan proses ini dikendalikan oleh seleksi alam.
  1. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup pada masa lampau.
  2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
  1. Teori Darwin – Wiesmann
Pada masa zaman Darwin belum diketahui Kromosom dan Gen sebagai asal dari sifat keturunan. Wiesmann melengkapi teori Darwin dengan pernyataan sebagai berikut :
  1. Evolusi merupakan masalah genetik yaitu menyangkut masalah bagaimana diwariskan gen-gen melalui sel-sel kelamin.
  2. Sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan.
Jadi, evolusi adalah gejala seleksi alam.
  1. Teori De Vries
Ia seorang Batarikus Belanda, evolusi disebabkan oleh adanya mutasi gen. Mutasi adalah perubahan sempurna.
Sejak itu Darwin dianggap sebagai perintis evolusi. Namun sampai kini tesis itu terus diserang oleh kalangan akademisi maupun agama, termasuk para cendekiawan muslim. Tetapi sebenarnya gagasan evolusi pertama kali bukan diperkenalkan oleh Darwin, tetapi kita bisa menyelusurinya kembali sampai ke Yunani Kuno. Theles (636-546 SM) dan Anaximedes (611-547 SM), biasa membincangkan asal-usul biota laut dari evolusi kehidupan. Phytagoras (570-496 SM), Xentrus (kira-kira 500 SM) dan Empedocles juga membicarakan isu yang sama dalam tulisan-tulisan mereka.
Evolusi didefinisikan oleh Janusch (1973) sebagai keturunan melalui modifikasi. Lascar (1976) merumuskan evolusi sebagai perubahan-perubahan dalam pengayaan sifat keturunan dan modifikasi yang berkelanjutan melalui tahapan waktu. Evolusi ini sering dilihat dari perubahan dalam bentuk frekuensi gen antara populasi leluhur dan populasi keturunannya, meskipun mustahil bagi kita untuk secara langsung mengukur perubahan-perubahan kontitutif antara kedua hal ini. Dalam hubungan ini analisis tingkat persamaan dan perbedaan makluk hidup, khususnya dalam dunia binatang-binatang merupakan dasar dari kajian evolusi. Salah satu hasil kajian itu adalah keanekagaraman jenis binatang yang masih hidup maupun yang sudah mati. Maka dilihat dari segi diatas evolusi bisa dikatagorikan sebagai perubahan-perubahan dalam jumlah dan jenis garis turunan utama.
Sebelum diketahui dan perlu kita ketahui bahwa sampai sekarang ada 2 mazhab ahli tafsir :
  1. Mazhab Tekstual yang menafsirkan semua ayat sesuai dengan arti verbal ayat-ayat itu demi kata. Bagi mazhab ini, menafsirkan cenderung sudah final.
  2. Mazhab Kontekstual yang menafsirkan ayat-ayat bukan hanya terbatas dengan arti verbal ayat-ayat tetapi juga merujuk pada relavansi teks itu dengan kemajuan iptek. Iptek juga adalah sunnah Allah yang harus dirujuk sesuai dengan ayat yang bersangkutan dan ini membuat penafsiran menjadi dinamis.
Ini tidak berarti ayat-ayat itu harus disesuaikan dengan kemajuan zaman iptek tetapi penafsiran kembali diperlukan jika ada fakta-fakta yang baru muncul dapat mengerti bahwa mazhab tekstual cenderung jadi statis dan taklid dan ada apa yang ditafsirkan oleh para ahli tafsir abad pertama dan kedua hijriah sesudah wafatnya Rasullah. Dan dapat dimaklumi mazhab ini dalam batas tertentu mengandung kontraversi dikalangan ahli tafsir. Mengutip ayat-ayat Al-Qur’an dan tafsirnya diikuti bagaimana pandangan teori evolusi tentang isu yang ada dalam teks Al-Qur’an.

  1. Perkembangan Dan Masalah
  1. Perkembangannya
Perkembangan seksual adalah pembentuk individu baru dari satu induk tampa melalui hubungan antara sel kelamin yang termasuk perkembangannya adalah :
  1. Pembelahan kembar.
  2. Kuncup.
  3. Pembentukan spora.
  4. Perkembangan vegetative (salah satu organ yang berfungsi untuk reproduksi)
Dalam hal ini kita harus membuat klasifikasinya untuk memberi nama setiap spesies, baik hewan maupun tumbuhan dengan dua kata yang sebagai pertama yaitu genus dan kedua sebagai spesies.
Tetapi lain dengan halnya otak manusia, sekarang manusia mempunyai volume otak 1.200-1.500 cc. sedangkan simpanse hanya 350-450 cc. Tidak ada hubungan mutlak manusia dengan hewan, tetapi hanya terdapat sedikit perbedaan dalam susunan hemoglobin antara dua jenis piramida tersebut dengan manusia. Manusia tersusun dengan dua unsur yakni: tubuh kasar dan roh halus, sehingga manusia dapat bergerak dan merasakan segala sesuatu.
Menurut Dr. M. Utsman Najati kata roh dalam Al-Qur’an mempunyai berbagai arti yang menguraikan penciptaan Adam a.s. adalah roh ciptaan Allah yang membuat manusia siap mempunyai sifat yang luhur yang mengikuti kebenaran. Dengan demikian, terjawablah pertanyaan tentang bagaimana manusia berkembang sehingga memiliki dan keagungan rohani yang membedakan dengan makluk lain.
  1. Masalahnya
  1. Para menganut teori evolusi tidak bisa mengukur perubahan-perubahan kuantitatif gen dan satu-satunya jalan untuk mengetahui perubahan-perubahan itu adalah dengan analisis persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan ciri-ciri fisik baik pada makluk hidup maupun pada binatang yang sudah mati.
  2. Bagaimana dengan jumlah gen-gen yang terbatas dari makluk bersel satu bisa diperkaya melalui miliaran tahun hingga menjadi manusia yang memiliki lagen ?
  3. Bagaimana mutasi terjadi sedemikian rupa sehingga sebuah spesies menjadi musnah dan lainnya tetap hidup ?
Maka disitulah para penganut teori evolusi tidak mempunyai jawaban, tetapi jawaban sebenarnya ada pada kekuatan Tuhan, maka dengan hal ini evolusi itu bukanlah suatu yang kebetulan melainkan evolusi yang terjadi dalam tahapan dan waktu hanya bisa terjadi kalau ada iradah/perintah dari Tuhan.
Kesimpulan
Mengamati alam semesta merupakan kawasan para ilmuan sebagai mana diperintahkan dalam Al-Qur’an antara lain dalam surat yunus (10 ) : 5
“ Allah tidak meciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesarannya) kepada orang-orang yang mengetahuinya” ( Q.S. 10 : 5 )
Teori ovulasi sebenarnya adalah suatu konsep sekuler mengenai secara kebetulan/secara popular. Dari berbagai pendapat berbagai semua prosesnya merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa dimana evolusi hanya mungkin terjadi jika ada iradah/perintah Allah maka dari ini sajalah dengan Al-Qur’an.








DAFTAR PUSTAKA
Camas, J, 1957. Manual Of Physical Antropology. Charles C. Thomas, Spring Field.

Darwin. C. 1859. The Origin Of Species By Means Of Natural Selection. John Murray. London.

Departement Agama R.I. 1973. Al-Qur’an dan terjemahnya. Penerbit Jamunu. Jakarta.

Dabzhansky. T. 1970. Genetics Of Evolutionary Process. Columbia Univescity Press.





Potensi Perasaan


  1. Jenis-Jenis Perasaan
  1. Perasaan-perasaan jasmaniah; jenis perasaan ini sering pula disebut sebagai;
  1. Perasaan sensori, yaitu perasaan yang berhubungan stimuli terhadap indra, misalnya: dingin, hangat, masam dan sebaginya.
  2. Perasaan (uitai); yaitu perasaan yang berhubungan kondisi jasmani pada umumnya misalnya: lelah, lesu, lemah, sehat dan sebagainya.
  1. Perasaan-perasaan rohaniah; sering pula disebut sebagai perasaan luhur.
  1. Perasaan intelektual; yaitu perasaan yang berhubungan dengan kesanggupan intelektual dalam mengatasi dalam suatu masalah, misalnya: senang atau puas.
  2. Perasaan etis yaitu perasaan yang berhubungan baik dan buruk, misalnya: puas ketika mampu melakukan yang baik.
  3. Perasaan esites; yaitu perasaan yang berhubungan dengan penghayatan dan apresiasi tentang sesuatu yang indah atau tidak indah.
  4. Perasaan sosial; yaitu perasaan yang cenderung mengikatkan diri dari seseorang lain, misalnya: perasaan cinta sesama manusia rasa ingin bergaul, rasa ingin menolong, rasa simpati, rasa setia kawan, dan lainnya.
  5. Perasaan harga diri: yaitu perasaan-perasaan berhubung penghargaan diri seseorang, misalnya; rasa senang, puas, bangga, penghargaan dari orang lain.

  1. Memahami Pengertian Perasaan
Perasaan bisa disifatkan sebagai suatu keadaan jiwa yang dialami oleh setiap orang pada suatu waktu. Misalnya: orang merasa iba, terharu, pilu, gembira, merasa senang, atau tidak senang tercanggang, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, perasaan adalah suatu keadaan jiwa sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa umum yang datang dari luar yang dapat menimbulkan kegoncangan-kegoncangan pada diri orang yang bersangkutan.
Perasaan yang dialami setiap orang terhadap sesuatu keadaan tidak sama antara yang lain. Oleh karena itu dalam peristiwa yang berhubung dengan perasaan itu mempunyai sifat.
Perasaan adalah suatu keadaan jiwa sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa yang pada umumnya datang dari luar individu dan peristiwa-peristiwa yang luar individu dan peristiwakan kegoncangan-kegoncangan dari individu yang bersangkutan. Keadaan ini dapat menimbulkan sesuatu keadaan dalam diri sesuatu keadaan dalam diri orang.
Perasaan keaktifan kita tidak bisa merupakan sifat dari pada keaktifan itu tidak berubah-ubah senang hati sesuatu keaktifan kita jalankan dengan senang hati tetapi berupa yang perasaan sesalu berubah-ubah.
Perasaan menjauhkan diri daripada suatu pengalaman untuk melanjutkan dan mengulangan suatu keaktifan yang menyenangkan. Sebaliknya kita menjauhkan diri dan berusaha atau menghentikan bila ia tidak menyenangkan. Tetapi kita dapat membayangkan akibat-akibat yang lebih tidak menyenangkan kita sukai, maka kita akan melakukannya sesuatu yang tidak menyenangkan mula-mula menjadi menyenangkan akhirnya.

  1. Memahami Jenis-Jenis Perasaan
Perasaan terbagi atas:
Perasaan-perasaan jasmaniah; jenis perasaan-perasaan ini sering pula disebut sebagai perasaan rendah diri, terdiri dari:
Perasaan sensoris; yaitu perasaan yang berhubungan dengan stimuli terhadap indra, misalnya: dingin, hangat, pahit, asam, dan sebagainya.
Perasaan (uital) yaitu perasaan yang berhubungan kondisi jasmani pada umumnya misanya: lelah, letih, lemah, sehat, dan sebagainya.
Perasaan rohaniah; sering pula disebut perasaan luhur, terdiri dari: perasaan intelektual; yaitu perasaan berhubungan kesanggupan intelektual dalam mengatasi sesuatu masalah, misalnya: senang atau puas ketika berhasil.
Perasaan estetis; yaitu perasaan yang berhubungan dengan penghayatan dan apresiasi tentang sesuatu tang indah atau tidak indah.
Perasaan yang cenderung untuk mengikatkan diri dari dengan orang-orang lain, misalnya: perasaan cinta sesama manusia, rasa ingin bergaul, rasa ingin menolong rasa simpati rasa setia kawan, dan sebagainya.
Perasaan harga diri yaitu perasaan yang berhubungan dengan penghargaan diri seseorang, misalnya: rasa senang, puas, bangga akibat adanya pengakuan dan penghargaan dari orang lain.

KESIMPULAN
Perasaan keadaan jiwa yang dialami oleh setiap orang pada suatu waktu. Perasaan adalah suatu keadaan jiwa sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa yang umumnya datang dari luar, dapat menimbulkan kegoncangan-kegoncangan pada diri orang lain bersangkutan. Suatu keadaan tidak sama antara yang seorang dengan yang lainya. Oleh karena itu nperistiwa berhubungan dengan perasaan.