Showing posts with label karya tulis. Show all posts
Showing posts with label karya tulis. Show all posts

Tuesday, 26 June 2012

Berpikir Positif


Kehidupaan saat ini dipenuhi dengan kebohongan, buah dari pemikiran negatif, pencariaan kesalahan orang lain yang lebih penting dibanding kesalahan diri sendiri. Setelah waktu yang lama ditempuh, orang akan menemukan kesadaraan bahwa mereka hidup dalam dunia yang negatif, merekapun tahu mereka harus dapat berubah secepat mungkin. Kadang-kadang orang berpikir bahwa mereka hidup secara positif tetapi sebenarnya tidak karena itu hanya bagaimana mereka memberikan gambaran terhadap pikiran mereka, dan tidak sesederhana seperti apa kelihatannya. Tidak peduli sampai di mana tahap pertumbuhan kita alami, akan tetapi kita selalu dapat berpikir untuk perubahan yang positif dan memberikan yang terbaik.

Berpikir positif dapat digambarkan sebagai suatu cara berpikir yang lebih menekankan pada sudut pandang dan emosi yang positif, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun situasi yang dihadapi. Dimana pikiran positif dapat membangun dan memperkuat kepribadian atau karakter dari seseorang. Hal ini berarti bahwa kita bisa menjadi pribadi yang lebih matang, lebih berani menghadapi tantangan, dan melakukan hal-hal yang hebat. Pikiran positif tak akan membuat kita berhenti karena keterbatasan atau kelemahan kita, namun pikiran positif justru akan membuat kita mencari kekuatan kita hari demi hari.

Untuk lebih lengkap makalahnya kawan-kawan bisa Download diSini

KATA PENGANTAR


Contoh Kata Pengantar

Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT Yang telah memberikan rahmat dan ridho – Nya pada kita semua sehingga kita dapat teris berupaya mengembangkan kualitas diri dan bersemangat dalam ibadah kepada – Nya. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, Pada keluarganya, sahabatnya hingga akhir jaman.
Berangkat dari sebuah bentuk kewajiban untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah ......................, penyusun akhirnya telah berhasil untuk menyusun makalah yang khusus membahas tentang ................. Penyusunan makalah ini semata – mata tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan tugas akademik saja, tetapi juga secara khusus ditujukan agar penyusun memahami secara pasti karakteristik dan tuntutan dari sebuah ............... yang ada dan bagaimanakah ................. tersebut dilihat dalam konteks ...................
Terimakasih penyusun ucapkan kepada segenap pihak yang telah berkontribusi dalam penyususnan makalah ini dan semoga makalah ini dapat memberi berbagai manfaat bagi kita semua terutama dalam mengenali ilmu ............., yang hingga sekarang selalu memunculkan keunikan tersendiri yang menuntut untuk dikaji oleh kita semua. Kiranya sekian dari penyusun. Wassalamualaikum Wr. Wb


   
Banjarmasin,   27 Juni  2012
  Penyusun


(..............)


Dan untuk memulai pencarian anda tentang ini silahkan cari di SINI

Penyakit Mental


Di dalam psikologi dikenal tingkahlaku-tingkahlaku yang menyimpang dari tingkahlaku yang normal. Penyimpangan tingkah laku ini disebabkan oleh adanya kelainan psikis pada orang yang bersangkutan.Cabang psikologi yang khusus mempelajari kelainan psikis ini di sebut psikopatologi atau psikologi abnormal, sedangkan usaha-usaha memperbaiki atau menyembuhkan kelainan-kelainan ini dilakukan dalam psikologi klinis.
Kelainan-kelainan psikis sering kali pula disebabkan oleh penyakit-penyakit badaniah. Di samping itu, kelainan psikis dapat juga di anggap sebagai penyakit kejiwaan. Kelainan psikis ada bermacam-macam dan dapat dikelompokkan kedalam beberapa jenis yang akan di bahas dalam makalah ini yaitu Keterbelakangan mental ,kelainan seksual, psikoneurosis,psikosis dan psikopathi.

Untuk lebih lengkapnya kawan-kawan dapat Download diSini

Psikologi kepribadian


Dalam bahasa inggris istilah untuk kepribadian/personality, istilah ini berasal dari sebuah kata latin persona, yang berarti topeng, perlengkapan yang selalu di pakai dalam pentas drama-darama yunani kuno. Istilah ini kemudian di adopsi oleh orang-orang roma dan mendapatkan konotasi baru “sebagaimana seseorang nampak dihadapan orang lain”.
Para psikolog dan filsuf nampaknya mulai sepakat bahwa bahwa manifeskasi kepribadian dilihat dari:
  1. Kenyataan yang bersifat biologis
  2. Kenyataan yang bersifat psikologis
  3. Kenyataan yang bersifat sosial1
Pada dasarnya istilah keperibadian digunakan untuk pengertian yang di tunjukan pada indivindu atau perorangan. Artinya, yang mempunyai kepribadian adalah indivindu. Istilah kepribadian juga digunakan untuk bermacam-macam pengertian antara lain untuk pengertian manusia.2
Gardon w, Allport (1961) mengajukan sebuah difinisi yang di anggapnya paling tepat dan paling lengkap. Sebagai berikut: kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri indivindu yang terdiri dari sistem-sistem psiko-fisik yang menentukan cara penyesuaian diri yang unik (khusus) dari indivindu tersebut terhadap lingkungannya.3
Untuk lebih lengkapnya kawan-kawan dapat DOWNLOAD diSini

1 Irwanto dkk. Psikologi Umum. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, 1991, hlm. 226-227

2 Ahmad Fauzi. Psikologi Umum. Pustaka Setia. Bandung, 2008. Hlm, 118-119

3 Sarlito Wirawan Sarwono. Pengantar Umum Psikologi. Bulan Bintang. Jakarta, 1976, hlm.79

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Contoh RPP
NAMA SEKOLAH :
MATA PELAJARAN : B. ARAB
MATERI POKOK : QIRAAH
KELAS : XI IPA
PERTEMUAN KE : VIII
ALOKASI WAKTU : 2 X PERTEMUAN (85 MENIT)

  1. Standar Kompetensi
Memahami wawasan tertulis dalam bentuk paparan atau dialog sederhana tentang kewajiban seorang remaja.
  1. Kompetensi Dasar
Melafalkan huruf hijaiyah, kata, parase, kalimat, dan wacana tertulis dengan baik dan benar tentang kewajiban seorang remaja.
  1. Indikator Pencapaian
    1. Siswa diharapkan mampu membaca dengan baik dan benar serta bisa menerjemahkan dengan benar yang meliputi kewajiban seorang remaja.
    2. Siswa diharapkan mampu melafalkan huruf hijaiyah, kata, kalimat, yang tertulis dengan baik dan benar tentang kewajiban seorang remaja.
  2. Materi Pembelajaran
    1. Yajibu alal murahikina
    2. Contoh soal lampiran
  3. Metode Pembelajaran
    1. Aremer trensesen
    2. Ceramah
    3. Tanya jawab
  4. Kegiatan
        1. Awal
  1. Guru memberikan salam
  2. Guru mengawali pelajaran dengan (appersipsi) murid
  3. Guru mengabsen murid
  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

        1. Inti
  1. Guru membacakan materi qiraah, sementara siswa diminta untuk mendengarkan
  2. Guru menerjemahkan teks tersebut
  3. Siswa diminta menerjemahkan kembali dengan berkelompok
  4. Siswa diberi waktu untuk menghafal mufradat kemudian ditanyai Arab atau terjemahannya 2/3 orang.
        1. Akhir
  1. Guru menyimpulkan pembelajaran
  2. Guru memberikan nasehat
  3. Salam yang diakhiri dengan doa
  1. Sumber Belajar
Buku paket B.Arab Madrasah Aliyah kelas II.
  1. Penilaian Hasil Belajar
  1. Afektif
  2. Psikomotorik
  3. Kognitif

Mengetahui                                                    Mahasiswa Praktikum
  



…...................                                                          …....................


Mengetahui
Kepla Sekolah



,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
NIP …..................


LAMPIRAN

يجب على المراعقين
أولا - يَتَنَاوَلُو اْلغِدَءَ الْجَيِّدَ, وَالْغِدَءَ الْجَيِّدَ عُوَالَّذِي يَعْتَوِى عَلَى الْمَوَادَّ الضَّرُوْرِيَّةِ لِلصِّحَةِ
ثانيا - أَنْ تُمَارِ سُوالرِّيَاضَةَ الْبَدَنِيَّةَ الْمُنَظَّمَةَ وَيُقَسَّمُوْا أَوْقَاتَهُمْ بَيْنَ الرَّحَةِ وَالتَّعَلَّمُ
ثالثا - اَنْ يَنَالُوْا الرِّحَةَ الْكَافِيَةَ بَعْدَ اَنْ يَتَعَلَّمُوْ اَْوُيَمارِ سُهُوْالرِّيَاضةَ الْبَدَنِيَّةَ, وَالنَّوْمُ مِنْ اَحَمِّ الرِّحَةِ،
قَالَ الْحَكِيْم: نَمْ مُبَكِّرًا لِتَنْهَضَ مُبَكِّرًا تَسْعَدْ لَكَ الْحَيَاةُ.

Teori Penciptaan


Teori Evaluasi Dan Rekayasa Reproduksi Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam
  1. Teori Evolusi Sebagai Suatu Konsep
  1. Teori Evolusi
Semua ini dijawab pertanyaannya menjadi evolusi ?
  1. Teori Hamarck (1744-1829)
Menurutnya evolusi terjadi karena adaptasi, sedangkan adaptasi timbul karena diinginkan, yaitu perubahan struktur/bentuk yang terjadi karena adanya keinginan yang timbul dari dalam untuk menghadapi perubahan lingkungan. Menurutnya, tingkat perkembangan suatu organ sebanding dengan penggunaannya dan apa yang diperoleh/diubah pada individu dalam masa hidupnya ada kekal, dan bila mana terdapat dalam dua jenis kelamin, sifat itu akan diturunkan.
  1. Teori Darwin
Darwinlah yang membuka misteri ini, menurutnya organisme menjadi suatu lingkungannya dalam proses evoluasi dan proses ini dikendalikan oleh seleksi alam.
  1. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup pada masa lampau.
  2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
  1. Teori Darwin – Wiesmann
Pada masa zaman Darwin belum diketahui Kromosom dan Gen sebagai asal dari sifat keturunan. Wiesmann melengkapi teori Darwin dengan pernyataan sebagai berikut :
  1. Evolusi merupakan masalah genetik yaitu menyangkut masalah bagaimana diwariskan gen-gen melalui sel-sel kelamin.
  2. Sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan.
Jadi, evolusi adalah gejala seleksi alam.
  1. Teori De Vries
Ia seorang Batarikus Belanda, evolusi disebabkan oleh adanya mutasi gen. Mutasi adalah perubahan sempurna.
Sejak itu Darwin dianggap sebagai perintis evolusi. Namun sampai kini tesis itu terus diserang oleh kalangan akademisi maupun agama, termasuk para cendekiawan muslim. Tetapi sebenarnya gagasan evolusi pertama kali bukan diperkenalkan oleh Darwin, tetapi kita bisa menyelusurinya kembali sampai ke Yunani Kuno. Theles (636-546 SM) dan Anaximedes (611-547 SM), biasa membincangkan asal-usul biota laut dari evolusi kehidupan. Phytagoras (570-496 SM), Xentrus (kira-kira 500 SM) dan Empedocles juga membicarakan isu yang sama dalam tulisan-tulisan mereka.
Evolusi didefinisikan oleh Janusch (1973) sebagai keturunan melalui modifikasi. Lascar (1976) merumuskan evolusi sebagai perubahan-perubahan dalam pengayaan sifat keturunan dan modifikasi yang berkelanjutan melalui tahapan waktu. Evolusi ini sering dilihat dari perubahan dalam bentuk frekuensi gen antara populasi leluhur dan populasi keturunannya, meskipun mustahil bagi kita untuk secara langsung mengukur perubahan-perubahan kontitutif antara kedua hal ini. Dalam hubungan ini analisis tingkat persamaan dan perbedaan makluk hidup, khususnya dalam dunia binatang-binatang merupakan dasar dari kajian evolusi. Salah satu hasil kajian itu adalah keanekagaraman jenis binatang yang masih hidup maupun yang sudah mati. Maka dilihat dari segi diatas evolusi bisa dikatagorikan sebagai perubahan-perubahan dalam jumlah dan jenis garis turunan utama.
Sebelum diketahui dan perlu kita ketahui bahwa sampai sekarang ada 2 mazhab ahli tafsir :
  1. Mazhab Tekstual yang menafsirkan semua ayat sesuai dengan arti verbal ayat-ayat itu demi kata. Bagi mazhab ini, menafsirkan cenderung sudah final.
  2. Mazhab Kontekstual yang menafsirkan ayat-ayat bukan hanya terbatas dengan arti verbal ayat-ayat tetapi juga merujuk pada relavansi teks itu dengan kemajuan iptek. Iptek juga adalah sunnah Allah yang harus dirujuk sesuai dengan ayat yang bersangkutan dan ini membuat penafsiran menjadi dinamis.
Ini tidak berarti ayat-ayat itu harus disesuaikan dengan kemajuan zaman iptek tetapi penafsiran kembali diperlukan jika ada fakta-fakta yang baru muncul dapat mengerti bahwa mazhab tekstual cenderung jadi statis dan taklid dan ada apa yang ditafsirkan oleh para ahli tafsir abad pertama dan kedua hijriah sesudah wafatnya Rasullah. Dan dapat dimaklumi mazhab ini dalam batas tertentu mengandung kontraversi dikalangan ahli tafsir. Mengutip ayat-ayat Al-Qur’an dan tafsirnya diikuti bagaimana pandangan teori evolusi tentang isu yang ada dalam teks Al-Qur’an.

  1. Perkembangan Dan Masalah
  1. Perkembangannya
Perkembangan seksual adalah pembentuk individu baru dari satu induk tampa melalui hubungan antara sel kelamin yang termasuk perkembangannya adalah :
  1. Pembelahan kembar.
  2. Kuncup.
  3. Pembentukan spora.
  4. Perkembangan vegetative (salah satu organ yang berfungsi untuk reproduksi)
Dalam hal ini kita harus membuat klasifikasinya untuk memberi nama setiap spesies, baik hewan maupun tumbuhan dengan dua kata yang sebagai pertama yaitu genus dan kedua sebagai spesies.
Tetapi lain dengan halnya otak manusia, sekarang manusia mempunyai volume otak 1.200-1.500 cc. sedangkan simpanse hanya 350-450 cc. Tidak ada hubungan mutlak manusia dengan hewan, tetapi hanya terdapat sedikit perbedaan dalam susunan hemoglobin antara dua jenis piramida tersebut dengan manusia. Manusia tersusun dengan dua unsur yakni: tubuh kasar dan roh halus, sehingga manusia dapat bergerak dan merasakan segala sesuatu.
Menurut Dr. M. Utsman Najati kata roh dalam Al-Qur’an mempunyai berbagai arti yang menguraikan penciptaan Adam a.s. adalah roh ciptaan Allah yang membuat manusia siap mempunyai sifat yang luhur yang mengikuti kebenaran. Dengan demikian, terjawablah pertanyaan tentang bagaimana manusia berkembang sehingga memiliki dan keagungan rohani yang membedakan dengan makluk lain.
  1. Masalahnya
  1. Para menganut teori evolusi tidak bisa mengukur perubahan-perubahan kuantitatif gen dan satu-satunya jalan untuk mengetahui perubahan-perubahan itu adalah dengan analisis persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan ciri-ciri fisik baik pada makluk hidup maupun pada binatang yang sudah mati.
  2. Bagaimana dengan jumlah gen-gen yang terbatas dari makluk bersel satu bisa diperkaya melalui miliaran tahun hingga menjadi manusia yang memiliki lagen ?
  3. Bagaimana mutasi terjadi sedemikian rupa sehingga sebuah spesies menjadi musnah dan lainnya tetap hidup ?
Maka disitulah para penganut teori evolusi tidak mempunyai jawaban, tetapi jawaban sebenarnya ada pada kekuatan Tuhan, maka dengan hal ini evolusi itu bukanlah suatu yang kebetulan melainkan evolusi yang terjadi dalam tahapan dan waktu hanya bisa terjadi kalau ada iradah/perintah dari Tuhan.
Kesimpulan
Mengamati alam semesta merupakan kawasan para ilmuan sebagai mana diperintahkan dalam Al-Qur’an antara lain dalam surat yunus (10 ) : 5
“ Allah tidak meciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesarannya) kepada orang-orang yang mengetahuinya” ( Q.S. 10 : 5 )
Teori ovulasi sebenarnya adalah suatu konsep sekuler mengenai secara kebetulan/secara popular. Dari berbagai pendapat berbagai semua prosesnya merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa dimana evolusi hanya mungkin terjadi jika ada iradah/perintah Allah maka dari ini sajalah dengan Al-Qur’an.








DAFTAR PUSTAKA
Camas, J, 1957. Manual Of Physical Antropology. Charles C. Thomas, Spring Field.

Darwin. C. 1859. The Origin Of Species By Means Of Natural Selection. John Murray. London.

Departement Agama R.I. 1973. Al-Qur’an dan terjemahnya. Penerbit Jamunu. Jakarta.

Dabzhansky. T. 1970. Genetics Of Evolutionary Process. Columbia Univescity Press.





PENGANTAR ILMU FILSAFAT, SEJARAH, DAN PERKEMBANGAN FILSAFAT



  1. Pengantar Ilmu Filsafat
  1. Pengertian Filsafat
Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang hakikat kebenaran sesuatu jadi, filsafat merupakan suatu analisa secara hati-hati terhadap penalaran-penalaran mengenai suatu masalah, dan penyusunan secara sengaja serta sistematis suatu sudut pandangan yang menjadi dasar suatu tindakan.
Jika filsafat ditinjau dari segi bahasa menurut para ahli dapat dikemukakan antara lain:
  1. John Brubacher
Filsafat berasal dari perkataan YUNANI yaitu philos dan sophia yang berarti cinta kebijaksanaan atau belajar.
  1. Dr. Sondang P. Siagian
Filsafat ialah cinta kepada kebijaksanaan. Untuk menjadi bijaksana seseorang harus berusaha mendalami hakikat sesuatu.
  1. Prof. Dr. Imam Barnadib, MA
Filsafat berasal dari bahasa yunani, philare berarti cinta, dan sophia berarti kebajikan (kebajikan manusia). Dengan dasar pengetahuan filosofis diharapkan dapat memberikan pendapat yang serba bijaksana.
  1. Prof. Dr. Hasan Langgulung
Filsafat adalah cinta hikmah (kebijaksanaan). Selalu mencari dan meluangkan waktu untuk mencapainya.
Jadi, kesimpulan bahwa filsafat adalah:
  1. Pengetahuan tentang kebijaksanaan
  2. Mencari kebenaran
  3. Pengetahuan tentang dasar-dasar atau prinsif-prinsif
Dan jika filsafat ditinjau dari segi istilah menurut para ahli dapat dikemukakan antara lain:
  1. Plato (427-542 SM), yunani
Bahwa itu berada dalam dua bidang, yaitu kebijaksanaan berbuat dan berpikir (filsafat). Perpikir dianggap sempurna kebenaranya jika terpenuhi keseimbangan antara dasar atau alasan, kenyataan dan tujuan atau mengandun tiga demensi waktu, massa lalu-masa sekarang-dan masa yang akan datang.
  1. Al Kindi ( Abu Tasuf Ya’kub bin Isa Al Kindi, 796-894 M
Pengertian filsafat dikalangan umat islam tiga lapangan:
  1. Ilmu fisika (Ilmu thabi’iyyah) meliputi tingkatan alam nyata, terdiri dari benda-benda kongkret yang dapat ditangkap pancaindra.
  2. Ilmu Matematika (Ilmurriyyadi), yang tidak berhubungan dengan benda, tetapi mempunyai wujud tersendiri yang dapat dipastikan dengan angka-angka (misalnya ilmu hitungan-hitungan, teknologi stronomi, dan musik).
  3. Ilmu tuhanan (Ilmu rubbiyyah), yang tidak berhubungan dengan benda sama sekali, yaitu soal ketuhanan.
  1. Ibnu Sina (Abu Ali Al Hussein Ibnu Sina, 980-1037 M
Seorang dokter, ahli kimia dan filosof islam, membagi filsafat dalam dua bagian teori dan praktek. Tujuannya mengetahui seharusnya yang dilakukan sehingga ia mendapat kebahagian di dunia dan di akhirat.
  1. Immanuel Kant (1724-1804 M) yang dijuliki pakar raksasa di Barat, bahwa filsafat itu ilmu pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang mencakup didalamnya 4 persoalan dari:
  1. Apakah yang dapat kita ketahui (dijawab oleh metafisika)
  2. Apa yang seharusnya kita ketahui dan kerjakan ? (etika)
  3. Sampai manakah pengharapan kita ? (agama)
  4. Apa yang dinamakan manusia (antropologi)
Jadi, filsafat ialah daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami secara radikal dan integral serta sistematik mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia.
  1. Ciri-Ciri Pikiran Kefilsafatan
  1. Suatu ragam konsepsional
  2. Saling hubungan antar jawaban-jawaban kefilsafatan
  3. Sebuah sistem filsafat harus bersifat koheren
  4. Filsafat merupakan pemikiran secara rasional
  5. Senantiasa bersifat menyeluruh (komprehensif)
  6. Suatu pandangan dunia
  7. Suatu defenisi pendahuluan
  1. Metode-Metode Kefilsafatan
  1. Analisa
  1. Ekstensi dan Intensi
Melakukan pemeriksaan secara konsepsional atas makna yang dikandung oleh istilah-istilah yang kita pergunakan dan peryataan-pernyataan yang kita buat.
  1. Berusaha memberikan defenisi dengan kata-kata yang lebih hakiki, lebih baik dan secara langsung.
  2. Makna yang dikandung oleh pernyataan.
Untuk memperoleh kejelasan yang sebenarnya mungkin mengenai makna yang dikandung oleh suatu pernyataan.
  1. Makna tidak identik dengan kebenaran.
  2. Meskipun seandainya tidak benar, dan meskipun kita tidak dapat menentukan apakah benar ataukah sesat.



  1. Sintesa
  1. Filsafat spekulatif merupakan penyusunan sistem.
Sintem ialah mengumpulkan semua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia. Pross ini sering dinamakan filsafat spekulatif.
  1. Contoh-contoh filsafat spekulatif :
  • Mengemukakan alasan-alasan yang secara umum dapat mendasari keraguan-keraguan kita tentang segala sesuatu.
  • Akal yang dengan memanfaatkan kebebasan yang dimilikinya bahwa sesuatu yang paling kurang diragukan pun berarti tidak ada.
  • Memberikan penjelasan secara cukup panjang tentang penalaran yang pokok untuk membuktikan adanya Tuhan.
  • Segala hal yang kita tangkap dengan sangat terang dan tegas adalah benar.
  • Ketubuhan pada umumnya telah dijelaskan, dan ditambahkan adanya Tuhan dibuktikan dengan suatu bukti baru yang didalamnya mungkin juga terdapat kesulitan-kesulitan.
  • Pembedaan antara pembuatan memahami dengan perbuatan membayangkan juga telah dilukiskan tanda-tanda.
  1. Perabotan-perabotan Metadologi
(logika, induksi, deduksi, analogi, komparansi)
  1. Melakukan Penyimpulan
Yakni yang bergerak dari bahan-bahan kesimpulan tercakup dalam logika.
Logika dibagi dalam dua cabang pokok:
  1. Logika deduktif
Untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan bila lebih dahulu telah diajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai semua atau sejumlah ini diantara suatu kelompok barang.

  1. Logika Induktif
Penarikan kesimpulan bukan dari pernyataan-pernyataan yang umum, melainkan dari hal-hal yang khusus.
Bentuk penyimpulan yang lazim dipakai dalam kefilsafatan adalah:
  1. Analogi
Berusaha untuk mencapai kesimpulan dengan menggantikan apa yang kita coba untuk membuktikannya dengan yang serupa, namun yang lebih dikenal apa yang diawali penalaran kita.
  1. Observasi (pengamatan)
Dapat diuji dengan pengalaman yang dapat diulangi baik oleh orang yang mempergunakan pernyataan tersebut maupun oleh orang lain, pada prinsipnya dapat dilakukan verifikasi.
  1. Kontradiksi
Menunjukan kesesatan pernyataan yang dipersoalkan karena pertentangan dengan dirinya sendiri atau mengakibatkan pertentangan dengan pernyataan yang lain.

  1. Sejarah Dan Perkembangan Filsafat
  1. Pengertian Dan Manfaat Sejarah Filsafat
Sejarah filsafat adalah suatu bidang ilmu yang mengkaji tentang sejarah perkembangan filsafat dari masa ke masa, tentang sistem-sistem filsafat serta penafsiran secara kritis hasil-hasil pemikiran para filsuf.
Manfaat mempelajari dan mengetahui sejarah filsafat akan memperoleh nilai tambah, yaitu:
  1. Dapat memahami dengan suatu lampiran perkembangan sejarahnya.
  2. Akan lebih arif-bijaksana dalam memandang dunia yang selalu bertentangan ini.
  3. Berfikir secara sungguh-sungguh tidak dapat menghindarkan dari dari filsafat.
  1. Ruang Lingkup Kajian Sejara Filsafat
Ruang lingkup kajian sejarah filsafat mencakup:
  1. Sistem-sistem filsafat
  2. Filsafat Timur meliputi : Filsafat India, Filsafat Tiongkok (Cina)
Filsafat Indonesia
  1. Filsafat barat meliputi : Filsafat zaman yunani kono
Filsafat skolastik dan jaman patriotik
Filsafat zaman modern
Filsafat zaman sekarang
  1. Sistem-sitem Filsafat
Sistem filsafat adalah cara untu melakukan sesuatu oleh seseorang filsuf dalam mencoba untuk membuat sistem yang tuntut sehingga menunjukan suatu garis keyakinan berpikir dalam menjawab suatu masalah filsafat.
Corak-corak sistem filsafat antara lain:
  1. Realisme
Ada hal-hal yang tidak tergantung pada pengetahuan dan bahwa hakikat hal-hal ini berbeda daripada hakikat akal yang mengetahuinya.
  1. Naturalisme
Seluruh kenyatan dan dengan demikian memustahilkan apapun yang bersifat supernatural atau yang bersifat dunia lain.
  1. Progmatisme
Sebuah ajaran yang menarik bagi sementara orang.
  1. Filsafat Timur
  1. Filsafat India
Filsafat India bersifat religious dan etis. Sejarah filsafat India dibagi menjadi empat periode:
  1. Periode weda (1500 - 600 SM)
  2. Periode wiracarika (600 SM - 200 M)
  3. Periode sutra-sutra (200 M - sekarang)
  4. Periode skolastik (200 M - sekarang)
  1. Filsafat Cina (Tiongkong)
Sejarah filsafat Cina dibagi dalam empat periode yaitu:
  1. Zaman kono (600-200 SM)
  2. Zaman pembeharuan (200 SM - 100 M)
  3. Zaman neo kunfusianisme (1000 M – 1900 M)
  4. Zaman modern (1900 M - sekarang)
  1. Filsafat Islam
Filsafat skolastik islam dibagi menjadi dua periode yaitu:
  1. Periode muttakalimin (700 M – 900 M)
  2. Periode filsafat islam (850 M – 1200 M)
  1. Filsafat Indonesia
  1. Pengertian Filsafat Pancasila
Filsafat pancasila ialah ilmu filsafat yang objeknya pancasila.
  1. Tujuan mempelajari filsafat pancasila ialah:
  • Untuk membentuk kepribadian yang seimbang.
  • Untuk membentuk manusia susila yan berjiwa pancasila sejadi yang taat dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Untuk menumbuhkan wawasan berpikir integralistik.
  1. Manfaat mempelajari filsafat pancasila ialah:
  • Filsafat pancasila sangat membantu dalam melengkapi, menyempurnakan, memperdalam pengetahuan dan pengertian kita.
  • Filsafat pancasila bermanfaat bagi penentuan sikap.
  • Pancasila sebagai pendidikan nilai.
  • Bagi pengembangan akademik di perguruan tinggi.
  • Dengan mengetahui filsafat pancasila sebagai dasar filsafat negara.
  • Akan sangat membantu pengertian kita terhadap wawasan pancasila.

  1. Sejarah filsafat barat
Perkembangan sejarah filsafat barat dapat dibagi dalam 4 periodesasi, yaitu:
  1. Zaman yunani kono (Abad ke 6 SM - Abad 6M)
  2. Zaman Abad pertengahan (abad 6 - 16 M)
  3. Zaman Modern (Abad 17 - 19 M)
  4. Zaman Abad Kontemporer (Abad ke 6 SM - 6 M)

Potensi Perasaan


  1. Jenis-Jenis Perasaan
  1. Perasaan-perasaan jasmaniah; jenis perasaan ini sering pula disebut sebagai;
  1. Perasaan sensori, yaitu perasaan yang berhubungan stimuli terhadap indra, misalnya: dingin, hangat, masam dan sebaginya.
  2. Perasaan (uitai); yaitu perasaan yang berhubungan kondisi jasmani pada umumnya misalnya: lelah, lesu, lemah, sehat dan sebagainya.
  1. Perasaan-perasaan rohaniah; sering pula disebut sebagai perasaan luhur.
  1. Perasaan intelektual; yaitu perasaan yang berhubungan dengan kesanggupan intelektual dalam mengatasi dalam suatu masalah, misalnya: senang atau puas.
  2. Perasaan etis yaitu perasaan yang berhubungan baik dan buruk, misalnya: puas ketika mampu melakukan yang baik.
  3. Perasaan esites; yaitu perasaan yang berhubungan dengan penghayatan dan apresiasi tentang sesuatu yang indah atau tidak indah.
  4. Perasaan sosial; yaitu perasaan yang cenderung mengikatkan diri dari seseorang lain, misalnya: perasaan cinta sesama manusia rasa ingin bergaul, rasa ingin menolong, rasa simpati, rasa setia kawan, dan lainnya.
  5. Perasaan harga diri: yaitu perasaan-perasaan berhubung penghargaan diri seseorang, misalnya; rasa senang, puas, bangga, penghargaan dari orang lain.

  1. Memahami Pengertian Perasaan
Perasaan bisa disifatkan sebagai suatu keadaan jiwa yang dialami oleh setiap orang pada suatu waktu. Misalnya: orang merasa iba, terharu, pilu, gembira, merasa senang, atau tidak senang tercanggang, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, perasaan adalah suatu keadaan jiwa sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa umum yang datang dari luar yang dapat menimbulkan kegoncangan-kegoncangan pada diri orang yang bersangkutan.
Perasaan yang dialami setiap orang terhadap sesuatu keadaan tidak sama antara yang lain. Oleh karena itu dalam peristiwa yang berhubung dengan perasaan itu mempunyai sifat.
Perasaan adalah suatu keadaan jiwa sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa yang pada umumnya datang dari luar individu dan peristiwa-peristiwa yang luar individu dan peristiwakan kegoncangan-kegoncangan dari individu yang bersangkutan. Keadaan ini dapat menimbulkan sesuatu keadaan dalam diri sesuatu keadaan dalam diri orang.
Perasaan keaktifan kita tidak bisa merupakan sifat dari pada keaktifan itu tidak berubah-ubah senang hati sesuatu keaktifan kita jalankan dengan senang hati tetapi berupa yang perasaan sesalu berubah-ubah.
Perasaan menjauhkan diri daripada suatu pengalaman untuk melanjutkan dan mengulangan suatu keaktifan yang menyenangkan. Sebaliknya kita menjauhkan diri dan berusaha atau menghentikan bila ia tidak menyenangkan. Tetapi kita dapat membayangkan akibat-akibat yang lebih tidak menyenangkan kita sukai, maka kita akan melakukannya sesuatu yang tidak menyenangkan mula-mula menjadi menyenangkan akhirnya.

  1. Memahami Jenis-Jenis Perasaan
Perasaan terbagi atas:
Perasaan-perasaan jasmaniah; jenis perasaan-perasaan ini sering pula disebut sebagai perasaan rendah diri, terdiri dari:
Perasaan sensoris; yaitu perasaan yang berhubungan dengan stimuli terhadap indra, misalnya: dingin, hangat, pahit, asam, dan sebagainya.
Perasaan (uital) yaitu perasaan yang berhubungan kondisi jasmani pada umumnya misanya: lelah, letih, lemah, sehat, dan sebagainya.
Perasaan rohaniah; sering pula disebut perasaan luhur, terdiri dari: perasaan intelektual; yaitu perasaan berhubungan kesanggupan intelektual dalam mengatasi sesuatu masalah, misalnya: senang atau puas ketika berhasil.
Perasaan estetis; yaitu perasaan yang berhubungan dengan penghayatan dan apresiasi tentang sesuatu tang indah atau tidak indah.
Perasaan yang cenderung untuk mengikatkan diri dari dengan orang-orang lain, misalnya: perasaan cinta sesama manusia, rasa ingin bergaul, rasa ingin menolong rasa simpati rasa setia kawan, dan sebagainya.
Perasaan harga diri yaitu perasaan yang berhubungan dengan penghargaan diri seseorang, misalnya: rasa senang, puas, bangga akibat adanya pengakuan dan penghargaan dari orang lain.

KESIMPULAN
Perasaan keadaan jiwa yang dialami oleh setiap orang pada suatu waktu. Perasaan adalah suatu keadaan jiwa sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa yang umumnya datang dari luar, dapat menimbulkan kegoncangan-kegoncangan pada diri orang lain bersangkutan. Suatu keadaan tidak sama antara yang seorang dengan yang lainya. Oleh karena itu nperistiwa berhubungan dengan perasaan.

Iman



  1. RUKUN IMAN
  1. Apa yang dinamakan Beriman kepada Allah SWT ?
Yang dinamakan “Beriman kepada Allah” ialah: mempunyai suatu akidah yang pasti, bahwa Allah ialah Rabbu tiada suatu, DIA yang memilikinya, dan hanya DIA menciptakannya sendirian.
Yang dinamakan “Beriman kepada Allah SWT” mempunyai akidah pasti, “ Sesungguhnya Allah:
  1. Rabbu tiap sesuatu.
  2. Pemiliknya.
  3. Yang berhak disembah.
  4. Penciptanya, seorang-Nya.
  5. Yang patut merendahkan diri kepada-Nya.
  6. Yang merendukkan dirinya kepada-Nya.
  7. Yang menerima semua macam perhambaan.
  8. Bersifat dengan semua sifat keagunan.
  9. Bersifat dengan semua sifat kesempurnaan.
  10. Bersih atau terhindar dari semua yang buruk.
  11. Bersih atau terhindar dari semua yang kurang.
Kata “Arrabbu” berarti:
  1. Nama Allah SWT. Tidak boleh menggunakan kata itu untuk nama, kecuali dengan menambahnya dengan kata lain.
  2. Almaaliku = Yang mempunyai.
  3. Assayidu = Tuhan
  4. Almurabbi = Pendidik.
  5. Alqaayimu = Yang meluruskan.
  6. Amun’imu = Yang memberi nikmat.
  7. Amudabiru = Yang mengatur.
  8. Amuslihu = Yang membaikkan
  1. Apakah dalil naqli mengenai rukun iman ?
اَخْبِرْ نِى عَنِ الاِْ يمَْانِ! قَالَ اَنْ تُؤْ مِنَ بِاللهِ وَمَلآ ئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرَسُلِهِ وَالْيَوْمِ اْلاخِرِ وَتُؤْ مِنَ بِاللهِ خَيْرِهِ وَشَّرِهِ. قَالَ : صَدَقْتَ.
Terjenahnya:
“Jibril mengatakan kepada Nabi Muhammad, “Sebutkanlah kepadaku mengenai IMAN!” Jawab Beliau, “Hendaklah kamu beriman kepada Allah, malaikat-Nya, hari Akhir, dan beriman kepada kadar baik dan kadar buruknya,” Jawab Jibril, “ Jawabanmu itu benar.” 1
Iman terdapat dalam hati. Oleh sebab itu, seorang mukmin bukan saja bersyahadatain dan mengamalkan semua rukun islam, tapi hatinya ikut melaksanakannya. Dengan demikian, maka tingkat Mukmin lebih tinggi dari Muslim. Semua peraturan Ilmu dalam Al-Qur’an pada umumnya diturunkan atas Mukmin bukan Muslim.
  1. Sifat yang wajib bagi Allah SWT.
1. Sifat wajib bagi Allah terbagi 4 bagian, yaitu:
  1. Sifat wujudiah, yaitu yang membahas wujud atas ada Allah SWT. Sifat wujudiah ini hanya ada 1, yaitu:
  1. الْوُجُوْدُ = Ada
  1. Sifat Salbiyah, yaitu yang menindakan (wajib ada pada Allah)
  1. الْقِدَمُ = Tidak bermulaan
  2. الْبَقَاءُ = Tidak berkesusahan
  3. مُخَا لَفَتُهُ لِلْحَوَادِ ثِ = Tidak sama dengan makluk-Nya
  4. قِيَا مُهُ بِنَفْسِهِ = Tidak membutuhkan makluk-Nya
  5. الْوَحْدَانِيَةُ = Tidak terbilang (satu yang tunggal)
  1. Sifat Ma’ani, yaitu yang mengenai maknanya (Mustahil pada Allah SWT)
  1. الْحَادِثُ = Bepermulaan
  2. الْفَنَاءُ = Berkesudahan
  3. الْمُشَا بَهُةُ لِلْحَوَادِ ثِ = Sama dengan makluknya
  4. الاْحِتِيَا جُ لِلْحَوَادِ ثِ = Membutuhkan makhluknya
  5. الْتَعَدُّ دُ = Berbilang (lebih dari satu)
  1. Sifat Ma’nawiyah, yaitu yang mengenai pengertiannya
  1. كَوْ نُهُ قَا دِ رًا = Maha Mampu/Kuasa
  2. مُرِيْدًا = Maha Menginginkan
  3. عَلِيْمًا = Maha Tahu/Berilmu
  4. حَيًّا = Maha Hidup
  5. سَمِيْعًا = Maha Mendengar
  6. بَصِيْرًا = Maha Melihat
  7. مُتَكَلِمًا = Maha Berbicara
  1. SIFAT YANG JAIZ BAGI ALLAH SWT
  1. اِيْجَا دُالْشَّىْ ءِ اَوْاِعْدَا مُهُ = Mengadakan atau Menindakan Sesuatu
  1. Sifat Wujudiyah: Bukti ada Allah SWT.
Dalil Naqli:
  .
Terjemahan :
“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin”. (Q.S. Ad-Dzaariyat: 20)

b. Sifat Salbiyah
  1. Allah Tidak Berpermulaan
Kata “Allah” berasal dari kata: Illahun dengan menambahkan kata aliflam pada permulaanya, agar terbentuknya jadi makrifat atau dikenal. Aliflam itu bagaikan kata THE dalam bahasa Inggris. Dengan adanya kata THE di depan, maka kata yang dimasukinya jadi dikenal. Setelah aliflamnya masuk, maka kata itu jadi: Al-Illahu untuk memudahkan membacanya, maka huruf (i)-nya dibuang, sehingga jadi Allaahu dan dibaca pada waktu berhenti atau waqab “Allah”.
Kata “Allah” tidak boleh digunakan kepada selain DIA, kecuali ditambah dengan kata lain di depanya. Umpamanya: Abdullah. Kata “Allah” mempunyai pengertian: Alma’buudu bihaqqin = yang berhak disembah atau beribadat kepada-Nya.




Dalil Naqli mengenai Allah tidak berpermulaan dan tidak berkesusahan.

Terjemahnya:
“Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu”. (Q.S. Al-Hadiid: 3)

  1. Allah Tidak Berkesusahan
Dalil Naqli:
Terjemahnya:
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”.
(Q.S. Ar-Rahman: 26-27)
3. Allah Tidak Sama Dengan Makluknya
Dalil Naqli:
لَيْسَ كَمِثَلِه شَىْءٌ وَّهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ.
Terjemahanya:
“Tidak ada yang seumpamanya suatupun dan DIA (Allah) Maha Mendengar dan Maha Melihat”
4. Allah Tidak Membutuhkan Makluk (Allah Berdiri Sendiri)
Allah tidak membutuhkan TEMPAT-NYA berada. Bila DIA harus bertempat, maka manakah alam yang dapat ditempatinya. Sedemikian besar-Nya, malahan diucapkan dalam permulaan shalat umat islam. Allahu Akbar = Allah Maha Besar
5. Allah Tidak Berbilang (Allah Esa/Tunggal)
Kata “Alwahdaniyah” berasal dari “Alwaahid” yang berarti SATU.
Dalil Naqli:

Terjemahnya :
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”
(Q.S. Al-Iklas : 1 - 4)
c. Sifat Ma’nawiyah
  1. Allah Maha Ampun/Kuasa
Kata “Qudrat” bisa diterjemahkan dengan “Kuasa” atau “mampu”.
Dalil Naqli:

Terjemahnya :
“Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
(Q.S. Al-Imran: 165)
  1. Allah Maha Menginginkan
Dalil Naqli:

Terjemahnya :
" Sesungguhnya Perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, Maka jadilah ia". ( An-Nahl: 40)

  1. Allah Maha Berilmu
Kata “Ilmu” berasal dari bahasa Arab: ‘alima—ya’alamu—‘ilmu. Diucapkan “Ilmu”, yaitu : ma’rifatus syai-i bihaqiiqatihii = Mengetahui sesuatu sampai akhir hakikanya.
Dalil Naqli:
Terjemahnya:
“Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”. (Q.S. Ath-Thalaq: 12)
  1. Allah Maha Hidup
  2. Allah Maha Mendengar
Dalam bahasa Indonesia “mendengar” ialah : menangkap perkataan orang dan dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga.
Dalil Naqli:
اِنَّ اللهَ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ.
Terjemahnya:
“Sesungguhnya Allah, DIA-lah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat”(Q.S. Al- Mukmin: 12)

  1. Allah Maha Melihat
Kata “bashara bissyi-i mempunyai pengertian: mengetahui dan Nazhara ilahi = absharahauu wa ta = ammalahu = melihat dengan mengamat-amati.
Dalam bahasa Indonesia ia berarti: menggunakan mata untuk mengetahui.
Dalil Naqli:

Terjemahnya:
“Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.(Q.S. An-Nisaa’: 58)

  1. Allah Maha Berbicara
Menurut pengertian bahasanya ialah: Al-Ashwaatul mufidah = suara-suara yang mempunyai pengertian.
Menurut istilah Para Ahli Kalama tau Ahli Tauhid ialah: Alma’nal qaa-lmu binafsil ladzii yu’abbaru’anhubi alfaazhin = pengertian yang terdapat pada jiwa/diri yang diungkapkan dengan lafal-lafal.
Menurut istilah orang Nahu ialah: Aljumlatul murak kabatul mffidatu/berfaedah.
Dalil Naqli :

Terjemahan:
“Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung”.(Q.S. An-Nisaa’: 163)
  1. Sifat Yang Jaiz bagi Allah SWT
Yang jaiz bagi Allah SWT hanyalah satu, yaitu:
Mengadakan sesuatu atau menidakkannya. Adapun mengadakan yang ada dan menidakan yang mustahil, mak itu tidak ta’alluqnya iradah dan Qudrat-Nya.
Dalil Naqli:
يَحْحُوْاللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ.
Terjemahnya :
“Allah menghapus apa yang DIA sukai dan menetapkannya.” (Q.S. Ibrahim: 39)


1 Hr. Muslim