Showing posts with label karya ilmiah. Show all posts
Showing posts with label karya ilmiah. Show all posts

Friday, 29 June 2012

Baik dan Buruk


Setiap perbuatan manusia itu ada yang baik dan ada yang tidak baik atau buruk. Baik dan buruk merupakan dua istilah yang banyak digunakan untuk menentukan suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Pernyataan tersebut dapat dijadikan indikator untuk menilai perbuatan itu baik atau buruk sehingga dapat dilatarbelakangi sesuatu yang mutlak dan relatif. Pernyataan – pernyataan tersebut perlu dicarikan jawaban dan dapat dijadikan rumusan masalah sehingga para pembaca menilai sesuatu itu baik atau buruk memiliki indikator yang pasti. Untuk itu dijadikan pembahasan masalah adalah Bagaimana ukuran menilai baik dan buruk menurut pandangan Islam
1.  Rumusan masalahnya:
  1. Apakah pengertian Baik dan Buruk ?
  2. Apakah Ukuran Baik Buruk dalam ilmu akhlak?
  3. Apa sajakah aliran baik dan buruk?
  1. Tujuan
  1. Untuk mengetahui pengertian Baik dan Buruk
  2. Untuk mengetahui Ukuran yang dipakai dalam menilai baik dan buruk
  3. Untuk mengetahui aliran baik buruk
  4. Untuk memenuhi tugas presentasi kelompok dalam mata kuliah Akhlak
Metode Penyusunan yang digunakan adalah metode kepustakaan yaitu dengan cara mengumpulkan buku – buku yang direkomendasikan serta mengkaji dan mencuplik makalah yang telah kita kaji.

untuk lebih lengkapnya bisa Download diSini

 

Tuesday, 26 June 2012

KATA PENGANTAR


Contoh Kata Pengantar

Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT Yang telah memberikan rahmat dan ridho – Nya pada kita semua sehingga kita dapat teris berupaya mengembangkan kualitas diri dan bersemangat dalam ibadah kepada – Nya. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, Pada keluarganya, sahabatnya hingga akhir jaman.
Berangkat dari sebuah bentuk kewajiban untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah ......................, penyusun akhirnya telah berhasil untuk menyusun makalah yang khusus membahas tentang ................. Penyusunan makalah ini semata – mata tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan tugas akademik saja, tetapi juga secara khusus ditujukan agar penyusun memahami secara pasti karakteristik dan tuntutan dari sebuah ............... yang ada dan bagaimanakah ................. tersebut dilihat dalam konteks ...................
Terimakasih penyusun ucapkan kepada segenap pihak yang telah berkontribusi dalam penyususnan makalah ini dan semoga makalah ini dapat memberi berbagai manfaat bagi kita semua terutama dalam mengenali ilmu ............., yang hingga sekarang selalu memunculkan keunikan tersendiri yang menuntut untuk dikaji oleh kita semua. Kiranya sekian dari penyusun. Wassalamualaikum Wr. Wb


   
Banjarmasin,   27 Juni  2012
  Penyusun


(..............)


Dan untuk memulai pencarian anda tentang ini silahkan cari di SINI

Penyakit Mental


Di dalam psikologi dikenal tingkahlaku-tingkahlaku yang menyimpang dari tingkahlaku yang normal. Penyimpangan tingkah laku ini disebabkan oleh adanya kelainan psikis pada orang yang bersangkutan.Cabang psikologi yang khusus mempelajari kelainan psikis ini di sebut psikopatologi atau psikologi abnormal, sedangkan usaha-usaha memperbaiki atau menyembuhkan kelainan-kelainan ini dilakukan dalam psikologi klinis.
Kelainan-kelainan psikis sering kali pula disebabkan oleh penyakit-penyakit badaniah. Di samping itu, kelainan psikis dapat juga di anggap sebagai penyakit kejiwaan. Kelainan psikis ada bermacam-macam dan dapat dikelompokkan kedalam beberapa jenis yang akan di bahas dalam makalah ini yaitu Keterbelakangan mental ,kelainan seksual, psikoneurosis,psikosis dan psikopathi.

Untuk lebih lengkapnya kawan-kawan dapat Download diSini

Psikologi kepribadian


Dalam bahasa inggris istilah untuk kepribadian/personality, istilah ini berasal dari sebuah kata latin persona, yang berarti topeng, perlengkapan yang selalu di pakai dalam pentas drama-darama yunani kuno. Istilah ini kemudian di adopsi oleh orang-orang roma dan mendapatkan konotasi baru “sebagaimana seseorang nampak dihadapan orang lain”.
Para psikolog dan filsuf nampaknya mulai sepakat bahwa bahwa manifeskasi kepribadian dilihat dari:
  1. Kenyataan yang bersifat biologis
  2. Kenyataan yang bersifat psikologis
  3. Kenyataan yang bersifat sosial1
Pada dasarnya istilah keperibadian digunakan untuk pengertian yang di tunjukan pada indivindu atau perorangan. Artinya, yang mempunyai kepribadian adalah indivindu. Istilah kepribadian juga digunakan untuk bermacam-macam pengertian antara lain untuk pengertian manusia.2
Gardon w, Allport (1961) mengajukan sebuah difinisi yang di anggapnya paling tepat dan paling lengkap. Sebagai berikut: kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri indivindu yang terdiri dari sistem-sistem psiko-fisik yang menentukan cara penyesuaian diri yang unik (khusus) dari indivindu tersebut terhadap lingkungannya.3
Untuk lebih lengkapnya kawan-kawan dapat DOWNLOAD diSini

1 Irwanto dkk. Psikologi Umum. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, 1991, hlm. 226-227

2 Ahmad Fauzi. Psikologi Umum. Pustaka Setia. Bandung, 2008. Hlm, 118-119

3 Sarlito Wirawan Sarwono. Pengantar Umum Psikologi. Bulan Bintang. Jakarta, 1976, hlm.79

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Contoh RPP
NAMA SEKOLAH :
MATA PELAJARAN : B. ARAB
MATERI POKOK : QIRAAH
KELAS : XI IPA
PERTEMUAN KE : VIII
ALOKASI WAKTU : 2 X PERTEMUAN (85 MENIT)

  1. Standar Kompetensi
Memahami wawasan tertulis dalam bentuk paparan atau dialog sederhana tentang kewajiban seorang remaja.
  1. Kompetensi Dasar
Melafalkan huruf hijaiyah, kata, parase, kalimat, dan wacana tertulis dengan baik dan benar tentang kewajiban seorang remaja.
  1. Indikator Pencapaian
    1. Siswa diharapkan mampu membaca dengan baik dan benar serta bisa menerjemahkan dengan benar yang meliputi kewajiban seorang remaja.
    2. Siswa diharapkan mampu melafalkan huruf hijaiyah, kata, kalimat, yang tertulis dengan baik dan benar tentang kewajiban seorang remaja.
  2. Materi Pembelajaran
    1. Yajibu alal murahikina
    2. Contoh soal lampiran
  3. Metode Pembelajaran
    1. Aremer trensesen
    2. Ceramah
    3. Tanya jawab
  4. Kegiatan
        1. Awal
  1. Guru memberikan salam
  2. Guru mengawali pelajaran dengan (appersipsi) murid
  3. Guru mengabsen murid
  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

        1. Inti
  1. Guru membacakan materi qiraah, sementara siswa diminta untuk mendengarkan
  2. Guru menerjemahkan teks tersebut
  3. Siswa diminta menerjemahkan kembali dengan berkelompok
  4. Siswa diberi waktu untuk menghafal mufradat kemudian ditanyai Arab atau terjemahannya 2/3 orang.
        1. Akhir
  1. Guru menyimpulkan pembelajaran
  2. Guru memberikan nasehat
  3. Salam yang diakhiri dengan doa
  1. Sumber Belajar
Buku paket B.Arab Madrasah Aliyah kelas II.
  1. Penilaian Hasil Belajar
  1. Afektif
  2. Psikomotorik
  3. Kognitif

Mengetahui                                                    Mahasiswa Praktikum
  



…...................                                                          …....................


Mengetahui
Kepla Sekolah



,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
NIP …..................


LAMPIRAN

يجب على المراعقين
أولا - يَتَنَاوَلُو اْلغِدَءَ الْجَيِّدَ, وَالْغِدَءَ الْجَيِّدَ عُوَالَّذِي يَعْتَوِى عَلَى الْمَوَادَّ الضَّرُوْرِيَّةِ لِلصِّحَةِ
ثانيا - أَنْ تُمَارِ سُوالرِّيَاضَةَ الْبَدَنِيَّةَ الْمُنَظَّمَةَ وَيُقَسَّمُوْا أَوْقَاتَهُمْ بَيْنَ الرَّحَةِ وَالتَّعَلَّمُ
ثالثا - اَنْ يَنَالُوْا الرِّحَةَ الْكَافِيَةَ بَعْدَ اَنْ يَتَعَلَّمُوْ اَْوُيَمارِ سُهُوْالرِّيَاضةَ الْبَدَنِيَّةَ, وَالنَّوْمُ مِنْ اَحَمِّ الرِّحَةِ،
قَالَ الْحَكِيْم: نَمْ مُبَكِّرًا لِتَنْهَضَ مُبَكِّرًا تَسْعَدْ لَكَ الْحَيَاةُ.

Teori Penciptaan


Teori Evaluasi Dan Rekayasa Reproduksi Ilmu Pengetahuan Barat dan Islam
  1. Teori Evolusi Sebagai Suatu Konsep
  1. Teori Evolusi
Semua ini dijawab pertanyaannya menjadi evolusi ?
  1. Teori Hamarck (1744-1829)
Menurutnya evolusi terjadi karena adaptasi, sedangkan adaptasi timbul karena diinginkan, yaitu perubahan struktur/bentuk yang terjadi karena adanya keinginan yang timbul dari dalam untuk menghadapi perubahan lingkungan. Menurutnya, tingkat perkembangan suatu organ sebanding dengan penggunaannya dan apa yang diperoleh/diubah pada individu dalam masa hidupnya ada kekal, dan bila mana terdapat dalam dua jenis kelamin, sifat itu akan diturunkan.
  1. Teori Darwin
Darwinlah yang membuka misteri ini, menurutnya organisme menjadi suatu lingkungannya dalam proses evoluasi dan proses ini dikendalikan oleh seleksi alam.
  1. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup pada masa lampau.
  2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
  1. Teori Darwin – Wiesmann
Pada masa zaman Darwin belum diketahui Kromosom dan Gen sebagai asal dari sifat keturunan. Wiesmann melengkapi teori Darwin dengan pernyataan sebagai berikut :
  1. Evolusi merupakan masalah genetik yaitu menyangkut masalah bagaimana diwariskan gen-gen melalui sel-sel kelamin.
  2. Sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan.
Jadi, evolusi adalah gejala seleksi alam.
  1. Teori De Vries
Ia seorang Batarikus Belanda, evolusi disebabkan oleh adanya mutasi gen. Mutasi adalah perubahan sempurna.
Sejak itu Darwin dianggap sebagai perintis evolusi. Namun sampai kini tesis itu terus diserang oleh kalangan akademisi maupun agama, termasuk para cendekiawan muslim. Tetapi sebenarnya gagasan evolusi pertama kali bukan diperkenalkan oleh Darwin, tetapi kita bisa menyelusurinya kembali sampai ke Yunani Kuno. Theles (636-546 SM) dan Anaximedes (611-547 SM), biasa membincangkan asal-usul biota laut dari evolusi kehidupan. Phytagoras (570-496 SM), Xentrus (kira-kira 500 SM) dan Empedocles juga membicarakan isu yang sama dalam tulisan-tulisan mereka.
Evolusi didefinisikan oleh Janusch (1973) sebagai keturunan melalui modifikasi. Lascar (1976) merumuskan evolusi sebagai perubahan-perubahan dalam pengayaan sifat keturunan dan modifikasi yang berkelanjutan melalui tahapan waktu. Evolusi ini sering dilihat dari perubahan dalam bentuk frekuensi gen antara populasi leluhur dan populasi keturunannya, meskipun mustahil bagi kita untuk secara langsung mengukur perubahan-perubahan kontitutif antara kedua hal ini. Dalam hubungan ini analisis tingkat persamaan dan perbedaan makluk hidup, khususnya dalam dunia binatang-binatang merupakan dasar dari kajian evolusi. Salah satu hasil kajian itu adalah keanekagaraman jenis binatang yang masih hidup maupun yang sudah mati. Maka dilihat dari segi diatas evolusi bisa dikatagorikan sebagai perubahan-perubahan dalam jumlah dan jenis garis turunan utama.
Sebelum diketahui dan perlu kita ketahui bahwa sampai sekarang ada 2 mazhab ahli tafsir :
  1. Mazhab Tekstual yang menafsirkan semua ayat sesuai dengan arti verbal ayat-ayat itu demi kata. Bagi mazhab ini, menafsirkan cenderung sudah final.
  2. Mazhab Kontekstual yang menafsirkan ayat-ayat bukan hanya terbatas dengan arti verbal ayat-ayat tetapi juga merujuk pada relavansi teks itu dengan kemajuan iptek. Iptek juga adalah sunnah Allah yang harus dirujuk sesuai dengan ayat yang bersangkutan dan ini membuat penafsiran menjadi dinamis.
Ini tidak berarti ayat-ayat itu harus disesuaikan dengan kemajuan zaman iptek tetapi penafsiran kembali diperlukan jika ada fakta-fakta yang baru muncul dapat mengerti bahwa mazhab tekstual cenderung jadi statis dan taklid dan ada apa yang ditafsirkan oleh para ahli tafsir abad pertama dan kedua hijriah sesudah wafatnya Rasullah. Dan dapat dimaklumi mazhab ini dalam batas tertentu mengandung kontraversi dikalangan ahli tafsir. Mengutip ayat-ayat Al-Qur’an dan tafsirnya diikuti bagaimana pandangan teori evolusi tentang isu yang ada dalam teks Al-Qur’an.

  1. Perkembangan Dan Masalah
  1. Perkembangannya
Perkembangan seksual adalah pembentuk individu baru dari satu induk tampa melalui hubungan antara sel kelamin yang termasuk perkembangannya adalah :
  1. Pembelahan kembar.
  2. Kuncup.
  3. Pembentukan spora.
  4. Perkembangan vegetative (salah satu organ yang berfungsi untuk reproduksi)
Dalam hal ini kita harus membuat klasifikasinya untuk memberi nama setiap spesies, baik hewan maupun tumbuhan dengan dua kata yang sebagai pertama yaitu genus dan kedua sebagai spesies.
Tetapi lain dengan halnya otak manusia, sekarang manusia mempunyai volume otak 1.200-1.500 cc. sedangkan simpanse hanya 350-450 cc. Tidak ada hubungan mutlak manusia dengan hewan, tetapi hanya terdapat sedikit perbedaan dalam susunan hemoglobin antara dua jenis piramida tersebut dengan manusia. Manusia tersusun dengan dua unsur yakni: tubuh kasar dan roh halus, sehingga manusia dapat bergerak dan merasakan segala sesuatu.
Menurut Dr. M. Utsman Najati kata roh dalam Al-Qur’an mempunyai berbagai arti yang menguraikan penciptaan Adam a.s. adalah roh ciptaan Allah yang membuat manusia siap mempunyai sifat yang luhur yang mengikuti kebenaran. Dengan demikian, terjawablah pertanyaan tentang bagaimana manusia berkembang sehingga memiliki dan keagungan rohani yang membedakan dengan makluk lain.
  1. Masalahnya
  1. Para menganut teori evolusi tidak bisa mengukur perubahan-perubahan kuantitatif gen dan satu-satunya jalan untuk mengetahui perubahan-perubahan itu adalah dengan analisis persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan ciri-ciri fisik baik pada makluk hidup maupun pada binatang yang sudah mati.
  2. Bagaimana dengan jumlah gen-gen yang terbatas dari makluk bersel satu bisa diperkaya melalui miliaran tahun hingga menjadi manusia yang memiliki lagen ?
  3. Bagaimana mutasi terjadi sedemikian rupa sehingga sebuah spesies menjadi musnah dan lainnya tetap hidup ?
Maka disitulah para penganut teori evolusi tidak mempunyai jawaban, tetapi jawaban sebenarnya ada pada kekuatan Tuhan, maka dengan hal ini evolusi itu bukanlah suatu yang kebetulan melainkan evolusi yang terjadi dalam tahapan dan waktu hanya bisa terjadi kalau ada iradah/perintah dari Tuhan.
Kesimpulan
Mengamati alam semesta merupakan kawasan para ilmuan sebagai mana diperintahkan dalam Al-Qur’an antara lain dalam surat yunus (10 ) : 5
“ Allah tidak meciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesarannya) kepada orang-orang yang mengetahuinya” ( Q.S. 10 : 5 )
Teori ovulasi sebenarnya adalah suatu konsep sekuler mengenai secara kebetulan/secara popular. Dari berbagai pendapat berbagai semua prosesnya merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa dimana evolusi hanya mungkin terjadi jika ada iradah/perintah Allah maka dari ini sajalah dengan Al-Qur’an.








DAFTAR PUSTAKA
Camas, J, 1957. Manual Of Physical Antropology. Charles C. Thomas, Spring Field.

Darwin. C. 1859. The Origin Of Species By Means Of Natural Selection. John Murray. London.

Departement Agama R.I. 1973. Al-Qur’an dan terjemahnya. Penerbit Jamunu. Jakarta.

Dabzhansky. T. 1970. Genetics Of Evolutionary Process. Columbia Univescity Press.





Bahasa Filsafat


  1. Filsafat Dan Bahasa
Sementara ini anda merasa bahasa seorang filsuf berbeda. Meski mungkin cuma menampak sebagai bahasa Inggris. Bagaimana pun alat terpokok dari semua filsafat ailah bahasa.
  1. Pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan yang mendasar:
  1. Yang- Ada (Being)
Istilah yang paling umum.
  1. Kenyataan (Reality)
Yang nyata sebagai dapat dipercaya segala sesuatu mempunyai sifat yang ada, namun tidak semua hal bersifat nyata atau merupakan kenyataan.
  1. Eksistensi (Existence)
Eksistensi mengandung pengertian Ruang dan Waktu. Keadaan tertentu yang lebih khusus dari sesuatu, tentu nyata atau merupakan kenyataan.
  1. Esensi (Essence)
Hakekat barang sesuatu, berhubungan dengan yang khusus, bersifat nyata bukan mimpi atau khayalan.
  1. Substansi (Substance)
Wahana bagi sifat-sifat, setiap subtansi mengandung pengertian esensi, tetapi tidak setiap esensi mengandung pengertian subtansi. Subtansi ialah sesuatu yang mendasari atau mengandung kualitas-kualitas serta sifat-sifat kebetulan yang dipunyai barang sesuatu.
  1. Materi (Matter)
Suatu jenis subtansi sesuatu yang darinya barang sesuatu tersebut terbuat.
  1. Bentuk (Form)
Bentuk ialah struktur, dua unsur yang kedua-duanya mutlak diperlukan materi yang menyatakan bentuk.
  1. Perubahan (Change)
Perubahan sebagai suatu proses apa yang terjadi hal yang lain dari hal itu sendiri.
  1. Sebab-akibat (Causality)
Sebab akibat sebagai keadaan berhubungan.
Sebab adalah sesuatu yang berhubungan dengan suatu macam perubahan. Sesuatu yang dihasilkan oleh sebab dinamakan akibat.
  1. Hubungan (Relation)
Relasi sebagai koneksi

Potensi Perasaan


  1. Jenis-Jenis Perasaan
  1. Perasaan-perasaan jasmaniah; jenis perasaan ini sering pula disebut sebagai;
  1. Perasaan sensori, yaitu perasaan yang berhubungan stimuli terhadap indra, misalnya: dingin, hangat, masam dan sebaginya.
  2. Perasaan (uitai); yaitu perasaan yang berhubungan kondisi jasmani pada umumnya misalnya: lelah, lesu, lemah, sehat dan sebagainya.
  1. Perasaan-perasaan rohaniah; sering pula disebut sebagai perasaan luhur.
  1. Perasaan intelektual; yaitu perasaan yang berhubungan dengan kesanggupan intelektual dalam mengatasi dalam suatu masalah, misalnya: senang atau puas.
  2. Perasaan etis yaitu perasaan yang berhubungan baik dan buruk, misalnya: puas ketika mampu melakukan yang baik.
  3. Perasaan esites; yaitu perasaan yang berhubungan dengan penghayatan dan apresiasi tentang sesuatu yang indah atau tidak indah.
  4. Perasaan sosial; yaitu perasaan yang cenderung mengikatkan diri dari seseorang lain, misalnya: perasaan cinta sesama manusia rasa ingin bergaul, rasa ingin menolong, rasa simpati, rasa setia kawan, dan lainnya.
  5. Perasaan harga diri: yaitu perasaan-perasaan berhubung penghargaan diri seseorang, misalnya; rasa senang, puas, bangga, penghargaan dari orang lain.

  1. Memahami Pengertian Perasaan
Perasaan bisa disifatkan sebagai suatu keadaan jiwa yang dialami oleh setiap orang pada suatu waktu. Misalnya: orang merasa iba, terharu, pilu, gembira, merasa senang, atau tidak senang tercanggang, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, perasaan adalah suatu keadaan jiwa sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa umum yang datang dari luar yang dapat menimbulkan kegoncangan-kegoncangan pada diri orang yang bersangkutan.
Perasaan yang dialami setiap orang terhadap sesuatu keadaan tidak sama antara yang lain. Oleh karena itu dalam peristiwa yang berhubung dengan perasaan itu mempunyai sifat.
Perasaan adalah suatu keadaan jiwa sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa yang pada umumnya datang dari luar individu dan peristiwa-peristiwa yang luar individu dan peristiwakan kegoncangan-kegoncangan dari individu yang bersangkutan. Keadaan ini dapat menimbulkan sesuatu keadaan dalam diri sesuatu keadaan dalam diri orang.
Perasaan keaktifan kita tidak bisa merupakan sifat dari pada keaktifan itu tidak berubah-ubah senang hati sesuatu keaktifan kita jalankan dengan senang hati tetapi berupa yang perasaan sesalu berubah-ubah.
Perasaan menjauhkan diri daripada suatu pengalaman untuk melanjutkan dan mengulangan suatu keaktifan yang menyenangkan. Sebaliknya kita menjauhkan diri dan berusaha atau menghentikan bila ia tidak menyenangkan. Tetapi kita dapat membayangkan akibat-akibat yang lebih tidak menyenangkan kita sukai, maka kita akan melakukannya sesuatu yang tidak menyenangkan mula-mula menjadi menyenangkan akhirnya.

  1. Memahami Jenis-Jenis Perasaan
Perasaan terbagi atas:
Perasaan-perasaan jasmaniah; jenis perasaan-perasaan ini sering pula disebut sebagai perasaan rendah diri, terdiri dari:
Perasaan sensoris; yaitu perasaan yang berhubungan dengan stimuli terhadap indra, misalnya: dingin, hangat, pahit, asam, dan sebagainya.
Perasaan (uital) yaitu perasaan yang berhubungan kondisi jasmani pada umumnya misanya: lelah, letih, lemah, sehat, dan sebagainya.
Perasaan rohaniah; sering pula disebut perasaan luhur, terdiri dari: perasaan intelektual; yaitu perasaan berhubungan kesanggupan intelektual dalam mengatasi sesuatu masalah, misalnya: senang atau puas ketika berhasil.
Perasaan estetis; yaitu perasaan yang berhubungan dengan penghayatan dan apresiasi tentang sesuatu tang indah atau tidak indah.
Perasaan yang cenderung untuk mengikatkan diri dari dengan orang-orang lain, misalnya: perasaan cinta sesama manusia, rasa ingin bergaul, rasa ingin menolong rasa simpati rasa setia kawan, dan sebagainya.
Perasaan harga diri yaitu perasaan yang berhubungan dengan penghargaan diri seseorang, misalnya: rasa senang, puas, bangga akibat adanya pengakuan dan penghargaan dari orang lain.

KESIMPULAN
Perasaan keadaan jiwa yang dialami oleh setiap orang pada suatu waktu. Perasaan adalah suatu keadaan jiwa sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa yang umumnya datang dari luar, dapat menimbulkan kegoncangan-kegoncangan pada diri orang lain bersangkutan. Suatu keadaan tidak sama antara yang seorang dengan yang lainya. Oleh karena itu nperistiwa berhubungan dengan perasaan.

Iman



  1. RUKUN IMAN
  1. Apa yang dinamakan Beriman kepada Allah SWT ?
Yang dinamakan “Beriman kepada Allah” ialah: mempunyai suatu akidah yang pasti, bahwa Allah ialah Rabbu tiada suatu, DIA yang memilikinya, dan hanya DIA menciptakannya sendirian.
Yang dinamakan “Beriman kepada Allah SWT” mempunyai akidah pasti, “ Sesungguhnya Allah:
  1. Rabbu tiap sesuatu.
  2. Pemiliknya.
  3. Yang berhak disembah.
  4. Penciptanya, seorang-Nya.
  5. Yang patut merendahkan diri kepada-Nya.
  6. Yang merendukkan dirinya kepada-Nya.
  7. Yang menerima semua macam perhambaan.
  8. Bersifat dengan semua sifat keagunan.
  9. Bersifat dengan semua sifat kesempurnaan.
  10. Bersih atau terhindar dari semua yang buruk.
  11. Bersih atau terhindar dari semua yang kurang.
Kata “Arrabbu” berarti:
  1. Nama Allah SWT. Tidak boleh menggunakan kata itu untuk nama, kecuali dengan menambahnya dengan kata lain.
  2. Almaaliku = Yang mempunyai.
  3. Assayidu = Tuhan
  4. Almurabbi = Pendidik.
  5. Alqaayimu = Yang meluruskan.
  6. Amun’imu = Yang memberi nikmat.
  7. Amudabiru = Yang mengatur.
  8. Amuslihu = Yang membaikkan
  1. Apakah dalil naqli mengenai rukun iman ?
اَخْبِرْ نِى عَنِ الاِْ يمَْانِ! قَالَ اَنْ تُؤْ مِنَ بِاللهِ وَمَلآ ئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرَسُلِهِ وَالْيَوْمِ اْلاخِرِ وَتُؤْ مِنَ بِاللهِ خَيْرِهِ وَشَّرِهِ. قَالَ : صَدَقْتَ.
Terjenahnya:
“Jibril mengatakan kepada Nabi Muhammad, “Sebutkanlah kepadaku mengenai IMAN!” Jawab Beliau, “Hendaklah kamu beriman kepada Allah, malaikat-Nya, hari Akhir, dan beriman kepada kadar baik dan kadar buruknya,” Jawab Jibril, “ Jawabanmu itu benar.” 1
Iman terdapat dalam hati. Oleh sebab itu, seorang mukmin bukan saja bersyahadatain dan mengamalkan semua rukun islam, tapi hatinya ikut melaksanakannya. Dengan demikian, maka tingkat Mukmin lebih tinggi dari Muslim. Semua peraturan Ilmu dalam Al-Qur’an pada umumnya diturunkan atas Mukmin bukan Muslim.
  1. Sifat yang wajib bagi Allah SWT.
1. Sifat wajib bagi Allah terbagi 4 bagian, yaitu:
  1. Sifat wujudiah, yaitu yang membahas wujud atas ada Allah SWT. Sifat wujudiah ini hanya ada 1, yaitu:
  1. الْوُجُوْدُ = Ada
  1. Sifat Salbiyah, yaitu yang menindakan (wajib ada pada Allah)
  1. الْقِدَمُ = Tidak bermulaan
  2. الْبَقَاءُ = Tidak berkesusahan
  3. مُخَا لَفَتُهُ لِلْحَوَادِ ثِ = Tidak sama dengan makluk-Nya
  4. قِيَا مُهُ بِنَفْسِهِ = Tidak membutuhkan makluk-Nya
  5. الْوَحْدَانِيَةُ = Tidak terbilang (satu yang tunggal)
  1. Sifat Ma’ani, yaitu yang mengenai maknanya (Mustahil pada Allah SWT)
  1. الْحَادِثُ = Bepermulaan
  2. الْفَنَاءُ = Berkesudahan
  3. الْمُشَا بَهُةُ لِلْحَوَادِ ثِ = Sama dengan makluknya
  4. الاْحِتِيَا جُ لِلْحَوَادِ ثِ = Membutuhkan makhluknya
  5. الْتَعَدُّ دُ = Berbilang (lebih dari satu)
  1. Sifat Ma’nawiyah, yaitu yang mengenai pengertiannya
  1. كَوْ نُهُ قَا دِ رًا = Maha Mampu/Kuasa
  2. مُرِيْدًا = Maha Menginginkan
  3. عَلِيْمًا = Maha Tahu/Berilmu
  4. حَيًّا = Maha Hidup
  5. سَمِيْعًا = Maha Mendengar
  6. بَصِيْرًا = Maha Melihat
  7. مُتَكَلِمًا = Maha Berbicara
  1. SIFAT YANG JAIZ BAGI ALLAH SWT
  1. اِيْجَا دُالْشَّىْ ءِ اَوْاِعْدَا مُهُ = Mengadakan atau Menindakan Sesuatu
  1. Sifat Wujudiyah: Bukti ada Allah SWT.
Dalil Naqli:
  .
Terjemahan :
“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin”. (Q.S. Ad-Dzaariyat: 20)

b. Sifat Salbiyah
  1. Allah Tidak Berpermulaan
Kata “Allah” berasal dari kata: Illahun dengan menambahkan kata aliflam pada permulaanya, agar terbentuknya jadi makrifat atau dikenal. Aliflam itu bagaikan kata THE dalam bahasa Inggris. Dengan adanya kata THE di depan, maka kata yang dimasukinya jadi dikenal. Setelah aliflamnya masuk, maka kata itu jadi: Al-Illahu untuk memudahkan membacanya, maka huruf (i)-nya dibuang, sehingga jadi Allaahu dan dibaca pada waktu berhenti atau waqab “Allah”.
Kata “Allah” tidak boleh digunakan kepada selain DIA, kecuali ditambah dengan kata lain di depanya. Umpamanya: Abdullah. Kata “Allah” mempunyai pengertian: Alma’buudu bihaqqin = yang berhak disembah atau beribadat kepada-Nya.




Dalil Naqli mengenai Allah tidak berpermulaan dan tidak berkesusahan.

Terjemahnya:
“Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu”. (Q.S. Al-Hadiid: 3)

  1. Allah Tidak Berkesusahan
Dalil Naqli:
Terjemahnya:
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”.
(Q.S. Ar-Rahman: 26-27)
3. Allah Tidak Sama Dengan Makluknya
Dalil Naqli:
لَيْسَ كَمِثَلِه شَىْءٌ وَّهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ.
Terjemahanya:
“Tidak ada yang seumpamanya suatupun dan DIA (Allah) Maha Mendengar dan Maha Melihat”
4. Allah Tidak Membutuhkan Makluk (Allah Berdiri Sendiri)
Allah tidak membutuhkan TEMPAT-NYA berada. Bila DIA harus bertempat, maka manakah alam yang dapat ditempatinya. Sedemikian besar-Nya, malahan diucapkan dalam permulaan shalat umat islam. Allahu Akbar = Allah Maha Besar
5. Allah Tidak Berbilang (Allah Esa/Tunggal)
Kata “Alwahdaniyah” berasal dari “Alwaahid” yang berarti SATU.
Dalil Naqli:

Terjemahnya :
1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”
(Q.S. Al-Iklas : 1 - 4)
c. Sifat Ma’nawiyah
  1. Allah Maha Ampun/Kuasa
Kata “Qudrat” bisa diterjemahkan dengan “Kuasa” atau “mampu”.
Dalil Naqli:

Terjemahnya :
“Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
(Q.S. Al-Imran: 165)
  1. Allah Maha Menginginkan
Dalil Naqli:

Terjemahnya :
" Sesungguhnya Perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, Maka jadilah ia". ( An-Nahl: 40)

  1. Allah Maha Berilmu
Kata “Ilmu” berasal dari bahasa Arab: ‘alima—ya’alamu—‘ilmu. Diucapkan “Ilmu”, yaitu : ma’rifatus syai-i bihaqiiqatihii = Mengetahui sesuatu sampai akhir hakikanya.
Dalil Naqli:
Terjemahnya:
“Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu”. (Q.S. Ath-Thalaq: 12)
  1. Allah Maha Hidup
  2. Allah Maha Mendengar
Dalam bahasa Indonesia “mendengar” ialah : menangkap perkataan orang dan dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga.
Dalil Naqli:
اِنَّ اللهَ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ.
Terjemahnya:
“Sesungguhnya Allah, DIA-lah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat”(Q.S. Al- Mukmin: 12)

  1. Allah Maha Melihat
Kata “bashara bissyi-i mempunyai pengertian: mengetahui dan Nazhara ilahi = absharahauu wa ta = ammalahu = melihat dengan mengamat-amati.
Dalam bahasa Indonesia ia berarti: menggunakan mata untuk mengetahui.
Dalil Naqli:

Terjemahnya:
“Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.(Q.S. An-Nisaa’: 58)

  1. Allah Maha Berbicara
Menurut pengertian bahasanya ialah: Al-Ashwaatul mufidah = suara-suara yang mempunyai pengertian.
Menurut istilah Para Ahli Kalama tau Ahli Tauhid ialah: Alma’nal qaa-lmu binafsil ladzii yu’abbaru’anhubi alfaazhin = pengertian yang terdapat pada jiwa/diri yang diungkapkan dengan lafal-lafal.
Menurut istilah orang Nahu ialah: Aljumlatul murak kabatul mffidatu/berfaedah.
Dalil Naqli :

Terjemahan:
“Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung”.(Q.S. An-Nisaa’: 163)
  1. Sifat Yang Jaiz bagi Allah SWT
Yang jaiz bagi Allah SWT hanyalah satu, yaitu:
Mengadakan sesuatu atau menidakkannya. Adapun mengadakan yang ada dan menidakan yang mustahil, mak itu tidak ta’alluqnya iradah dan Qudrat-Nya.
Dalil Naqli:
يَحْحُوْاللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ.
Terjemahnya :
“Allah menghapus apa yang DIA sukai dan menetapkannya.” (Q.S. Ibrahim: 39)


1 Hr. Muslim